Akibat Ulah Bobotoh, Kapolda Jabar Keluarkan Larangan Ini
Suporter Persib Bandung, Bobotoh. Foto: Ist
MerahPutih.com - Suporter Persib Bandung, Bobotoh melakukan lemparan botol ke dalam lapangan setelah timnya kalah dari PSM Makassar pada laga terakhir Piala Presiden 2018.
Kekalahan tersebut membuat skuat Maung Bandung harus tersingkir dari ajang pramusim tahun ini. Aksi pelemparan tersebut membuat Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi bereaksi keras.
Agung Budi langsung mengeluarkan larangan yang harus dipatuhi panitia penyelenggaraan Persib di pertandingan selanjutnya. Ia melarang Bobotoh masuk ke GBLA dengan membawa botol air mineral kemasan 600ml.
"Kedepannya saya larang penonton yang membawa botol air mineral 600ml, karena pengalaman yang 600ml itu dilemparkan bisa sampai ke lapangan. Kalo ke kepala orang, itu berbahaya," kata Irjen Agung Budi dilansir MerahPutih.com dari situs bobotoh.id.
Meskipun melarang botol berukuran 600 ml, Irjen Agung Budi tetap mengizinkan penjualan minum botol 300 ml. Menurutnya, botol dengan ukuran tersebut tidak akan sampai ke lapangan.
"Nanti kita larang yang 600ml, kalo 300ml enggak sampai, tadi saya lihat yang 600ml bisa sampai lapangan, pertandingan selanjutnya saya larang yang 600ml, untuk keamanan semua," pungkasnya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Persib Tidak Boleh Terlena, Masih Ada 17 Laga Lagi yang Menentukan di Putaran Kedua Menurut Eliano Reijnders
Apresiasi Dukungan Bobotoh saat Persib Vs Persija, Bojan Hodak: Bisa Jadi Contoh
Persib Taklukan Persija 1-0, Pimpin Klasemen Liga
Persib Vs Persija, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Larang Bobotoh Pawai dan Minta Dewasa
Suporter Persija Jakarta Diminta Tidak Datang ke Stadion GBLA
Siap Bantu Persib Jatuhkan Mental Persija, Viking Akan Hadirkan Koreografi Termahal
Pramono Anung Minta Supporter Persija dan Persib Jaga Emosi, Jangan Sampai Skor Menang Tapi Ribut
Trio 'Maung' Beckham, Teja, Barba Kembali Berlatih, Sinyal Bahaya Buat Persija?
Persib dan Persija Tarung, Ini Permintaan Gubernur Pramono
Suporter Persib dan Persija Diharap Pakai Logika Jelang 'El Clasico Indonesia', Ini Bukan Perang Dunia