Ahok: Kalau Tak Gabung, Operator Bus akan Bangkrut
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Balai Kota, Jakarta, Kamis (17/12). (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)
MerahPutih Megapolitan - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta operator bus untuk bergabung dengan PT. Transjakarta. Pasalnya, jika tak bergabung para operator bus akan bangkrut.
“Makanya, kalau enggak mau ikut saya (Pemprov DKI), saya bilang, Anda pasti bangkrut karena tarif kami Rp 3.500,” celoteh Ahok di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/1).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, Nantinya, operator yang bergabung tersebut akan dibayar dengan sistem rupiah per kilometer. Tarif yang diterapkan pun akan diseragamkan, yakni Rp 3.500 sekali jalan.
“Operator akan dibuat lebih mudah mencari rupiah per kilometer dibandingkan dengan mencari penumpang, melalui sistem rupiah per kilometer ini, PT Transjakarta akan membayar operator sesuai dengan jarak yang ditempuh,” ujar Ahok.
Ia meyakini, dengan tarif sebesar 3.500 rupiah yang terbilang murah itu, akan membuat banyak warga mulai beralih untuk menggunakan transportasi umum.
“Saya mau berikan uang untuk warga DKI bukan untuk beli motor dengan bunga murah, bensin murah, atau parkir murah. Saya mau berikan orang Jakarta naik busnya murah. Coba kalau Anda hanya bayar Rp 3.500 dari Tangerang ke Jakarta, kira-kira pilih naik motor atau bus? Pasti naik bus," ungkapnya. (Dit)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Ketua DPD Golkar Sumut Ambil Formulir Cagub Dari PDIP