Agar Kampus Tak Terkontaminasi Radikalisme, Presiden Kumpulkan 2000-an Rektor

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 25 Agustus 2017
Agar Kampus Tak Terkontaminasi Radikalisme, Presiden Kumpulkan 2000-an Rektor

Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menemui 16 perwakilan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) dari seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/8).

"Pertemuan dalam rangka ingin melakukan aksi komitmen kebangsaan, yaitu bagaimana mewujudkan kesatuan Republik Indonesia, Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika dari Aceh sampai Merauke," kata Menristek Dikti M Nasir di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/8).

Nasir mengungkapkan aksi komitmen kebangsaan ini, pemerintah akan mengundang sekitar 2.000-an rektor di seluruh Indonesia. "Pesan Presiden adalah ini harus dilakukan, ditindaklanjuti dan Presiden akan memberikan waktu, namun belum ditetapkan, tapi perkiraan di akhir September," kata Menristek Dikti.

Namun Nasir berharap para rektor yang akan diundang lebih dari 2.000 karena jumlah PTN-PTS di seluruh Indonesia mencapai 4.529, baik dibawah Kementerian Agama maupun Kementerian Ristek Dikti. "Dari Kementerian Agama sekitar 800-an dan sisannya dibawah Kemenristek Dikti," ucap Nasir.

Menristek Dikti mengatakan aksi komitmen kebangsaan ini akan dituangkan dalam pembelajaran semua dan perilaku, bahkan kaitannya dengan radikalisme. "Bagaimana kampus terhindar dari faham-faham radikalisme. Ini harus kita jaga semua, jangan sampai mahasiwa kegiatan kosong karena diisi oleh mereka itu, Itu harus diisi dengan nilai-nilai kebangsaan," katanya.

Menristek Dikti mengatakan bahwa peran pemerintah dalam kegiatan ini selalu menganfirmasi pada seluruh pergiruan tinggi dan melakukan mediasi agar semua menjadikan satu. "Kami bekerja dengan BNPT, BIN terkait hal-hal yang berhubungan dengan kampus di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menjaga Indonesia dalam benteng wawasan kebangsaan ini," katanya. (*/ant)

#Jokowi #Radikalisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik. Karena jika ditarik ke ranah politik, itu bisa disalahartikan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Indonesia
Jelang Sidang Kedua dr Tifa Ijazah Palsu, Jokowi: Jika Diminta Majelis Hakim, Saya akan Hadir
Jika persidangan mengharuskan datang, Jokowi akan hadir dan menunjukkan ijazah asli miliknya.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Jelang Sidang Kedua dr Tifa Ijazah Palsu, Jokowi: Jika Diminta Majelis Hakim, Saya akan Hadir
Indonesia
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Kesiapan organisasi hingga tingkat desa juga menjadi modal bagi partai untuk menyambut kunjungan Jokowi ke berbagai daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Indonesia
Pasang Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejari
Pelapor merupakan warga Solo, yakni Budi Kuswanto dan Tri Sapto warga Solo menyerahkan laporan ke Kantor Kejari Solo didampingi kuasa hukumnya, Jumat (3/7).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
 Pasang Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejari
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Panggil Jokowi ke Istana Negara untuk Buktikan Ijazahnya
Presiden Prabowo memanggil Jokowi untuk membuktikan keaslian ijazahnya di Istana Negara. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Panggil Jokowi ke Istana Negara untuk Buktikan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Istana Negara Ambil Alih Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Istana Negara Ambil Alih Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Indonesia
Sidang Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Boleh Live, Netizen Siap-Siap Kuota
Media boleh menyiarkan langsung agenda pembacaan surat dakwaan, eksepsi, putusan sela, tuntutan, pledoi, hingga putusan akhir
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Sidang Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Boleh Live, Netizen Siap-Siap Kuota
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
PDIP tidak akan ikut mengomentari ataupun mencampuri urusan internal partai politik lain.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
Indonesia
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Ia dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan di daerah lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Bagikan