Agar Kampus Tak Terkontaminasi Radikalisme, Presiden Kumpulkan 2000-an Rektor
Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menemui 16 perwakilan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) dari seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/8).
"Pertemuan dalam rangka ingin melakukan aksi komitmen kebangsaan, yaitu bagaimana mewujudkan kesatuan Republik Indonesia, Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika dari Aceh sampai Merauke," kata Menristek Dikti M Nasir di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/8).
Nasir mengungkapkan aksi komitmen kebangsaan ini, pemerintah akan mengundang sekitar 2.000-an rektor di seluruh Indonesia. "Pesan Presiden adalah ini harus dilakukan, ditindaklanjuti dan Presiden akan memberikan waktu, namun belum ditetapkan, tapi perkiraan di akhir September," kata Menristek Dikti.
Namun Nasir berharap para rektor yang akan diundang lebih dari 2.000 karena jumlah PTN-PTS di seluruh Indonesia mencapai 4.529, baik dibawah Kementerian Agama maupun Kementerian Ristek Dikti. "Dari Kementerian Agama sekitar 800-an dan sisannya dibawah Kemenristek Dikti," ucap Nasir.
Menristek Dikti mengatakan aksi komitmen kebangsaan ini akan dituangkan dalam pembelajaran semua dan perilaku, bahkan kaitannya dengan radikalisme. "Bagaimana kampus terhindar dari faham-faham radikalisme. Ini harus kita jaga semua, jangan sampai mahasiwa kegiatan kosong karena diisi oleh mereka itu, Itu harus diisi dengan nilai-nilai kebangsaan," katanya.
Menristek Dikti mengatakan bahwa peran pemerintah dalam kegiatan ini selalu menganfirmasi pada seluruh pergiruan tinggi dan melakukan mediasi agar semua menjadikan satu. "Kami bekerja dengan BNPT, BIN terkait hal-hal yang berhubungan dengan kampus di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menjaga Indonesia dalam benteng wawasan kebangsaan ini," katanya. (*/ant)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Teman KKN UGM Jadi Saksi di PN Solo, Jokowi Disebut Punya Nama Panggilan 'Jack'
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?