Aduh! Tikus Bersarang di Mobil yang Terparkir

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 19 September 2017
Aduh! Tikus Bersarang di Mobil yang Terparkir

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MOBIL mungkin memiliki perlindungan yang luar biasa terhadap pencuri, tapi tidak terhadap tikus. Media lokal di Helsinki melaporkan pada Senin (18/9) bahwa tikus dapat menemukan jalan untuk masuk melalui kerangka bawah mobil.

Jouni Siltata, Kepala Bagian Teknik di Perusahaan Pengendali Hama Rentokil, mengatakan kepada harian Helsingin Sanomat bahwa tikus telah menerobos ke dalam mobil dan berusaha membuat sarang di mobil tersebut.

Seperti dikutip dari Xinhua, Siltata menyebut kemungkinan tikus menemukan jalur melalui ruang mesin. "Ini terjadi di tempat parkir terbuka, tempat yang di sekitarnya banyak lubang tikus."

Peneliti Otso Huiti di Pusat Sumber Daya Alam Finlandia mengatakan kepada Helsingin Sanomat bahwa musim dingin yang hangat selama beberapa tahun belakangan telah membantu populasi tikus berkembang di berbagai kota besar di Finlandia.

Di Helsinki, upaya pembersihan dalam beberapa tahun belakangan yang ditujukan kepada kelinci telah menguntungkan tikus. Tikus sering kali menempati lubang yang mulanya dihuni kelinci.

Pusat Sumber Daya Alam Finlandia berusaha menilai ukuran populasi tikus. Huiti menyatakan ilmu ekologi kota mengenai tikus tak banyak diteliti. "Para ilmuwan lebih memusatkan perhatian pada cara membunuh tikus," katanya.

Pada musim dingin terakhir, sekelompok tikus berhasil menduduki taman kecil yang berisi fasilitas seperti bangku dan taman permainan anak-anak di luar Teater Nasional dan patung penulis Finlandia Aleksis Kivi. Sejak serangan tikus diketahui, daerah tersebut telah diawasi secara khusus.

Ahli biologi Raimo Pakarinen di Kota Helsinki tak menggambarkan tikus itu sebagai agresif.

"Mereka tak lebih agresif jika dibandingkan dengan bebek atau burung camar yang mendekati manusia dengan harapan bisa mendapat makanan."
Pakarinen mengatakan gerakan tikus dapat diamati melalui perangkat GPS yang dipasangkan pada hewan pengerat tersebut. Namun demikian, sinyal peralatan itu mungkin tak menembus bangunan di sistem pembuangan limbah kota.(*)

Sumber: ANTARA

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan