Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Hari Dongeng Sedunia

Ada Dongeng Hans Christian Andersen di Balik 3 Film Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 20 Maret 2018
Ada Dongeng Hans Christian Andersen di Balik 3 Film Ini

Banyak dongeng HC Andersen yang diangkat ke layar lebar. (foto: Cinemablend.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KISAH dongeng Hans Christian Andersen telah menjadi cerita wajib bagi orangtua untuk dibacakan kepada anak-anak mereka. Karya-karya Andersen yang mengangkat dunia peri maupun fabel mewarnai masa kecil anak-anak berbagai generasi di berbagai belahan dunia.

Saking terkenalnya, beberapa dongeng itu bahkan diadaptasi ke layar lebar. Tak semua sukses memang, tapi film-film yang terinspirasi dari dongeng Andersen selalu memberi makna dan nilai-nilai positif bagi yang menonton.

Berikut 3 film yang terinspirasi dari dongeng karya HC Andersen.

1. The Little Mermaid

Tak diragukan lagi, ini merupakan adaptasi paling sukses dari kisah dongeng karya Andersen. Dibuat oleh Disney, film yang dirilis pada 1989 ini tak sepenuhnya mengadopsi cerita The Little Mermaid karya Andersen.

Dalam versi asli, kisah The Little Mermaid berakhir sedih setelah sang putri duyung mengalami penolakan cinta dan mati karena kesedihan mendalam. Sementara itu, di versi Disney, Ariel sang putri duyung dikisahkan berakhir bahagia dengan menikahi pangeran pujaannya, Eric.

Meskipun berbeda dari kisah asli Andersen, film The Little Mermaid tak pelak jadi favorit anak-anak hingga kini. Kisah ayah-anak dan cinta Ariel jadi kekuatan utama cerita tersebut.


2. The Red Shoes

Film klasik yang dirilis pada 1948 ini dinobatkan BFI sebagai film Inggris terbaik sepanjang masa.

Kisah The Red Shoes terinspirasi dari pertemuan artis Rusia Sergei Diaghilev dan balerina Inggris Diana Gould. Film ini berkisah seputar perjalanan seorang balerina yang terbelah antara kekasih dan usahanya untuk menjadi penari balet utama.


3. Frozen

Anak mana yang tak suka film Frozen?

Meskipun tidak sepenuhnya mengangkat satu karya HC Andersen, film animasi laris yang diirilis pada 2013 itu sebenarnya terinspirasi dari kisah The Snow Queen.

Setelah sukses menuangkan karya Andersen ke film animasi, seperti The Little Mermaid, Disney memang meilirik karya-karya Andersen untuk difilmkan. Namun, khusus untuk The Snow Queen, para seniman Disney mendapati kesulitan.

"Versi asli The Snow Queen karya HC Andersen menampilkan kisah yang cukup gelap. Hal itu tak mudah diterjemahkan ke dalam film anak-anak," ujar produser Frozen, Peter Del Vecho.

Ia juga menjelaskan bahwa mereka akhirnya membuat karakter Elsa sebagai representasi Snow Queen dan karakter protagonis Putri Anna. Ratu Elsa dibuat sebagai seseorang yang sesekali bisa berbuat amat jahat juga punya sifat penyayang. Seperti layaknya orang-orang biasa yang bisa marah lalu berbuat jahat, tapi juuga punya rasa sayang. Hal itu membuat Ratu Salju dari karya Andersen lebih mudah diterima.

Film Frozen mengambil ide ratu salju, es, dan salju dari karya Andersen sebagai inspirasi di balik ceritanya. Hasilnya, film tersebut meraih Oscar dan menjadi film animasi terlaris Disney.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan