KISAH dongeng Hans Christian Andersen telah menjadi cerita wajib bagi orangtua untuk dibacakan kepada anak-anak mereka. Karya-karya Andersen yang mengangkat dunia peri maupun fabel mewarnai masa kecil anak-anak berbagai generasi di berbagai belahan dunia.
Saking terkenalnya, beberapa dongeng itu bahkan diadaptasi ke layar lebar. Tak semua sukses memang, tapi film-film yang terinspirasi dari dongeng Andersen selalu memberi makna dan nilai-nilai positif bagi yang menonton.
Berikut 3 film yang terinspirasi dari dongeng karya HC Andersen.
1. The Little Mermaid
Tak diragukan lagi, ini merupakan adaptasi paling sukses dari kisah dongeng karya Andersen. Dibuat oleh Disney, film yang dirilis pada 1989 ini tak sepenuhnya mengadopsi cerita The Little Mermaid karya Andersen.
Dalam versi asli, kisah The Little Mermaid berakhir sedih setelah sang putri duyung mengalami penolakan cinta dan mati karena kesedihan mendalam. Sementara itu, di versi Disney, Ariel sang putri duyung dikisahkan berakhir bahagia dengan menikahi pangeran pujaannya, Eric.
Meskipun berbeda dari kisah asli Andersen, film The Little Mermaid tak pelak jadi favorit anak-anak hingga kini. Kisah ayah-anak dan cinta Ariel jadi kekuatan utama cerita tersebut.
2. The Red Shoes
Film klasik yang dirilis pada 1948 ini dinobatkan BFI sebagai film Inggris terbaik sepanjang masa.
Kisah The Red Shoes terinspirasi dari pertemuan artis Rusia Sergei Diaghilev dan balerina Inggris Diana Gould. Film ini berkisah seputar perjalanan seorang balerina yang terbelah antara kekasih dan usahanya untuk menjadi penari balet utama.
3. Frozen
Anak mana yang tak suka film Frozen?
Meskipun tidak sepenuhnya mengangkat satu karya HC Andersen, film animasi laris yang diirilis pada 2013 itu sebenarnya terinspirasi dari kisah The Snow Queen.
Setelah sukses menuangkan karya Andersen ke film animasi, seperti The Little Mermaid, Disney memang meilirik karya-karya Andersen untuk difilmkan. Namun, khusus untuk The Snow Queen, para seniman Disney mendapati kesulitan.
"Versi asli The Snow Queen karya HC Andersen menampilkan kisah yang cukup gelap. Hal itu tak mudah diterjemahkan ke dalam film anak-anak," ujar produser Frozen, Peter Del Vecho.
Ia juga menjelaskan bahwa mereka akhirnya membuat karakter Elsa sebagai representasi Snow Queen dan karakter protagonis Putri Anna. Ratu Elsa dibuat sebagai seseorang yang sesekali bisa berbuat amat jahat juga punya sifat penyayang. Seperti layaknya orang-orang biasa yang bisa marah lalu berbuat jahat, tapi juuga punya rasa sayang. Hal itu membuat Ratu Salju dari karya Andersen lebih mudah diterima.
Film Frozen mengambil ide ratu salju, es, dan salju dari karya Andersen sebagai inspirasi di balik ceritanya. Hasilnya, film tersebut meraih Oscar dan menjadi film animasi terlaris Disney.(dwi)

