Merahputih.com - Hasil AC Milan vs Lecce akhirnya ditutup dengan skor meyakinkan 3-0, yang sekaligus menjadi kado paling manis dalam puncak perayaan 100 tahun San Siro.
Kemenangan mutlak skuad asuhan Ruben Amorim ini dicetak lewat aksi berkelas Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan pemain pengganti Diego Moreira.
Raihan tiga poin penuh ini membuktikan bahwa skor AC Milan yang telak tersebut lahir dari dominasi taktik serta mental juara sejak menit pertama dibunyikan.
Baca juga:
Persaingan Papan Atas Serie A, Ruben Amorim Akui Inter dan Roma Lebih Matang ketimbang AC Milan
Laga spesial di markas kebanggaan Rossoneri ini awalnya memang terasa cukup alot buat tuan rumah, apalagi sang manajer nekat melakukan enam perombakan usai kekalahan pahit dari Benfica.
Namun, keputusan berani menurunkan nama-nama besar seperti Luka Modric, Pervis Estupinan, dan memberi jatah starter pertama buat Pulisic musim ini terbukti menjadi kunci di balik rentetan cuplikan gol Milan hari ini.
Rotasi jitu dari taktik Ruben Amorim ini bikin aliran bola makin cair, sehingga tembok tebal pertahanan Lecce yang sempat bikin frustrasi akhirnya sukses dibongkar paksa.
Proses Terciptanya Gol: Dari Umpan Jenius Hingga No-Look Pass

Meski Milan sempat muter-muter mencari celah di awal pertandingan, kebuntuan akhirnya pecah juga di menit ke-14.
Prosesnya cukup cantik! Berawal dari umpan lambung akurat Strahinja Pavlovic yang membelah area pertahanan, bola sukses dikontrol dengan brilian oleh Pulisic.
Lewat sepakan mematikan dari kaki kirinya, kiper Lecce, Falcone, terpaksa harus memungut bola lebih cepat dari gawangnya.
Pertandingan ini menjadi bukti nyata bahwa rotasi pemain yang tepat bisa menghidupkan kembali kreativitas lini serang yang sempat buntu.
Masuk ke babak kedua, tempo permainan makin panas. Gol Pavlovic memang sempat dianulir karena offside pada menit ke-55, tapi suporter tak perlu menunggu terlalu lama buat kembali bersorak kegirangan.
Tepat di menit ke-61, Adrien Rabiot sukses menggandakan keunggulan tim lewat sontekan jarak dekat. Spesialnya, gol ini tercipta dari umpan balik tanpa melihat (no-look pass) yang super cerdik dari Gonçalo Ramos.
Pergantian Pemain Berbuah Manis
Sadar timnya butuh daya gedor tambahan, Amorim melakukan penyegaran dengan menarik keluar Alexis Saelemaekers dan Pulisic untuk memasukkan Diego Moreira serta Ruben Loftus-Cheek. Keputusan ini benar-benar berbuah instan.
Pada menit ke-74, Moreira sukses menutup pesta gol AC Milan. Momen ini tercipta usai Gonçalo Ramos kembali unjuk gigi memenangi duel fisik sambil membelakangi gawang lawan, lalu menyodorkan ruang bagi Moreira untuk menaklukkan Falcone yang sudah terlanjur keluar dari sarangnya.
Penutupan Laga yang Solid
Menjelang peluit panjang, suasana stadion makin emosional. Luka Modric ditarik keluar dan digantikan oleh Yunus Musah dengan iringan tepuk tangan meriah (standing ovation) dari seisi stadion. Di sektor lain, Estupinan juga ditarik buat memberi ruang bagi Davide Bartesaghi.
Baca juga:
Ruben Amorim Jelaskan Kapan Luka Modric Bisa Tampil Maksimal Bersama AC Milan
Kemenangan gemilang ini disempurnakan oleh kiper andalan mereka, Mike Maignan. Lewat refleks luar biasanya, Maignan sukses menjaga clean sheet dengan memblokir tembakan berbahaya dari Fatah yang mengarah ke tiang jauh di lima menit terakhir laga, setelah Loftus-Cheek sempat kehilangan penguasaan bola.
Sebuah penutup yang sempurna untuk malam bersejarah di San Siro!