Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

8 Hal Tentang Stedman Graham, Pacar Oprah Winfrey

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 15 Januari 2018
8 Hal Tentang Stedman Graham, Pacar Oprah Winfrey

Stedman Graham dan Oprah Winfrey. (foto: haper's bazaar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMUA orang kenal Oprah Winfrey.

Namun, di balik penampilannya yang kuat, ada 'batu karang' yang menjadi support baginya. Siapa? Ia tak lain ialah Stedman Graham.

Graham yang berusia 66 tahun ialah seorang pendidik, penulis, motivator, dan pebisnis. Di luar urusan profesional, ia juga seorang kakek. Meski sudah bersama Oprah selama 32 tahun, Graham amat jarang muncul di depan lampu sorotan publik.

Meskipun demikian, dukungannya untuk Orah tak pernah surut. Demikian juga ketika banyak suara yang menjagokan Oprah sebagai calon presiden masa depan AS.

Biar lebih tahu siapa Stedman Graham, yang mungkin saja jadi pendamping presiden AS nantinya, yuk simak delapan hal tentang Graham berikut ini.


1. Penulis best-seller New York

Sebagai penulis, Graham punya pencapaian yang cukup tinggi. Ia telah menerbitkan 11 buku self-help, motivasi, dan bisnis. Sepanjang 1995 hingga 2012, Graham telah mencatatkan dua buku yang jadi best-seller di New York.

Stedman Graham ialah seorang motivator ternama. (foto: eonline)


2. Seorang ayah dan kakek

Di luar urusan profesional, Graham ialah seorang ayah untuk Wendy, 42. Ia juga punya seorang cucu yang lahir pada Juni 2015 lalu.

3. Tinggi, setinggi pemain basket

Pria asal New Jersey ini memiliki tinggi 2 meter. Tidak mengherankan jika ia merupakan seorang pemain basket ketika masih berkuliah.


4. Telah bersama Oprah selama 32 tahun

Graham dan Oprah bertemu pada 1986. Mereka bertemu dalam sebuah acara amal di Chicago. Sejak saat itu, keduanya selalu bersama.

5. Pernah bertunangan, tapi tak menikah

Pernah bertunangan, tapi tak menikah. (foto: oprah.com)

Meskipun telah lama bersama, Graham dan Oprah tidak menikah. Mereka memang pernah bertunangan di 1992, tapi memutuskan untuk melakukan 'persatuan spiritual' ketimbang menikah.

Kepada majalah Vogue, Oprah pernah mengungkapkan alasan mereka tidak menikah.

"Idealku tentang menjadi istri dan pandangan Stedman tentang menjadi suami amatlah tradisional. Dengan keadaan kami sekarang, rasanya tidak mungkin memenuhi ideal tersebut," ujarnya.

6. Menyemangati Oprah untuk maju pilpres

Meskipun seruan Oprah untuk maju sebagai kandidat di pilpres baru bergaung belakangan, rupanya Graham telah mendorong Oprah untuk masuk dunia politik sejak lama. Ia yakin, sang kekasih akan jadi kandidat yang pantas.

6. Punya gelar social work

Graham ialah lulusan Hardin-Simmons University di Texas. Jurusan yang ia kuasai ialah social work. Setelah lulus, ia membangun karier di bidang humas, dengan spesialisasi isu rasialis. Ia pun punya daftar klien yang enggak main-main. Sebut saja Winnie Mandela dan Maya Angelou.

8. Punya firma manajemen dan konsultan

Ternyata punya pacar terkenal juga membuat Graham gerah. Ia merasa sebal jika dikenal sebagai 'Mr Oprah'. Padahal, tanpa bayangan nama besar Oprah, Graham ialah CEO untuk perusahaan besar, seperti S Graham & Associates, sebuah biro manajemen, marketing, dan konsultan olahraga. Ia juga mendirikan Leadership Institute of Chicago and Athletes Against Drugs.

"Orang tak mengenalku, apa yang aku lakukan, dan hal-hal yang aku terlibat di dalamnya. Ini saatnya aku keluar dan menunjukkan diriku," ujar Graham dalam sebuah wawancara dengan New York Times.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan