MerahPutih Nasional- Sudah hampir seminggu kotak hitam AirAsia belum juga ditemukan. Beberapa teori mengenai jatuhnya pesawat ini pun akhirnya bermunculan.
Berikut ini adalah beberapa teori mengenai jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 seperti yang dilansir AsiaOne:
1. Mendarat di Laut

Beberapa ahli mengungkapkan bahwa pilot berhasil mendarat dengan mulus di atas permukaan laut. Mereka mengatakan bahwa jika dilihat dari pengalaman Pilot Iriyanto, yang merupakan mantan pilot angkatan udara, ia melakukan pendaratan di laut yang tidak berdampak buruk.
“ELT akan berkerja jika memang ada dampak buruk, di darat, di laut, atau pun gunung. Ini merupakan analisis saya. ELT tidak berfungsi saat itu karena pilot melakukan pendaratan mulus di atas laut,” ujar Dudi Sudibyo, editor majalah penerbangan Angkasa.
2. Pesawat Hancur karena Air

Penemuan beberapa jenazah di perairan Laut Jawa menimbulkan teori bahwa pesawat tersebut hancur saat menghantam air.
Seorang ahli penerbangan mengatakan bahwa ada kemungkinan pesawat menghantam turbulensi yang besar dan menyebabkan pilot tiba-tiba memperlambat pesawat tersebut sehingga udara tidak cukup mengalir di atas sayap pesawat.
“Jika memang terbalik di perairan dangkal, maka pesawat akan mengalami kekacauan,” kata Stephen Buzdygan.
3. Badai Petir

Ahli penerbangan Neil Hansford mengatakan, ada kemungkinan pesawat ini terhantam oleh badai petir. Walaupun pesawat memang dirancang untuk bisa tahan terhadap badai petir ini, ada kemungkinan kekuatan badai ini sangat besar.
Sebelumnya pilot meminta izin untuk menambah ketinggian pesawat. Saat itu, pilot mungkin mencoba menghindari badai petir tersebut.
4. Terbang dengan Ketinggian Tinggi

Lamb, seorang ahli penerbangan, mengatakan bahwa pesawat ini bisa jadi terbang dengan ketinggian yang sangat tinggi. Sebelumnya ada informasi yang mengatakan bahwa pesawat AirAsia ini mampu terbang dengan ketinggian 6000-9000 meter per menit. Namun Lamb mengatakan bahwa informasi ini sangat aneh karena jumlah ketinggian ini sangat besar.
5. “Kelelahan” Logam

Teori ini juga dikemukakan oleh Lamb. Ia mengatakan bahwa jika sebuah logam sering dibengkokkan maka akan terjadi kerusakan. Ini juga bisa terjadi pada tubuh pesawat. Tekanan pada logam di badan pesawat bisa merusak.
Namun Lamb juga mengatakan bahwa beberapa produsen telah menyadari kelemahan ini. Mereka telah mengkondisikan pembuatan pesawat dengan adanya potensi “kelelahan” logam tersebut.
6. Terbang dengan kecepatan lambat

Pesawat bisa mengalami kerusakan ketika pilot menerbangkan pesawatnya dengan kecepatan yang sangat lambat. Seorang pilot harus tahu berapa kecepatan minimum yang harus dilakukan dalam ketinggian tertentu, ujar Lamb. Ada kemungkinan pilot memperlambat kecepatan saat meminta izin untuk menambah ketinggian.
Kecelakaan dengan penyebab ini juga pernah terjadi pada pesawat Air France 2009.
7. Ada Bom dalam Pesawat

Wakil Presiden Asosiasi Manajemen Internasional Aviation Security, Desmond Ross, mengatakan kepada ABC bahwa ini hanya spekulasi sementara. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan bom dalam pesawat tersebut yang akhirnya meledakkan. Namun ini semua akan terungkap jika kotak hitam AirAsia QZ8501 ini ditemukan.