6 Tewas dalam Amukan Badai Helene di AS

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 27 September 2024
6 Tewas dalam Amukan Badai Helene di AS

Ilustrasi topan.(foto:pexels-george-desipris)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BADAI Helena menghantam Negara Bagian Florida pada Kamis (26/9). Badai dengan kategori 4 itu membawa angin dengan kecepatan 208 km per jam. Dengan kekuatan itu, seperti dilaporkan AP, Badai Helene disebut bisa menyapu habis rumah yang dilewati.

Seiring pergerakannya, badai Helene meninggalkan bencana, kerusakan, serta korban jiwa. Enam orang dilaporkan tewas akibat badai ini pada Jumat (27/9). Seperti dilaporkan ABC News, satu orang tewas di Negara Bagian Florida dan empat lainnya meninggal di Georgia. Satu orang tewas dan satu lagi terluka di Charlotte, Carolina Utara, ketika pohon yang tumbang menimpa rumah warga.

Hingga Jumat pagi, hampir 3,5 juta rumah di Carolina Selatan, Florida, dan Georgia tidak mendapatkan listrik, begitu pula sekitar 480 ribu rumah di Carolina Utara. Demikian diungkap situs Poweroutage.us.

Pusat Badai Nasional AS sebelumnya melaporkan Badai Helene melemah menjadi badai tropis pada Jumat setelah menghantam wilayah barat laut Florida sebagai badai Kategori 4 malam sebelumnya. Namun, Dinas Cuaca Nasional (NWS) memperingatkan bahwa badai tersebut masih berbahaya dan bisa menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Baca juga:

Freddy Pecahkan Rekor Durasi Badai Tropis Terlama Sepanjang Sejarah



NWS menyatakan Helene akan terus membawa curah hujan ekstrem yang berpotensi mengancam jiwa dan banjir di wilayah Appalachia Selatan. "Tornado amat mungkin terjadi pada pagi hari dan mungkin berlangsung hingga sore hari di beberapa bagian Carolina dan Virginia Selatan," kata NWS.

Dinas cuaca itu juga melaporkan bahwa Helene masih menyebabkan angin kencang yang merusak dan banjir yang mengancam jiwa di wilayah tersebut.(*)

Baca juga:

Badai Tropis Erika Luluhlantakan Beberapa Daerah di Kepulauan Karibia

#Amerika Serikat #Badai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Bagikan