Film

5 Fakta di Balik Terminator: Dark Fate

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 08 November 2019
5 Fakta di Balik Terminator: Dark Fate

Terminator: Dark Fate jadi seri terbaru film Arnold Schwarzenegger itu. (foto: indie wire)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMBALINYA franchise Terminator di box office menghebohkan budaya pop di dunia, termasuk Indonesia. Terlebih ketika hampir ratusan film, gim, dan komik mengambil referensi dari franchise aksi nan melegenda dari Arnold Schwarzenegger itu.

Nah, biar nonton filmnya makin seru, berikut fakta menarik di balik Terminator: Dark Fate, seperti dilansir laman Screen Rant.

BACA JUGA: Cek Film Bergenre 'Thriller/Mystery' Terbaik yang Rilis November 2019

1. Karakter Arnold Schwarzenegger yang tak berubah

terminator
Arnold Schwarzenegger tetap tampil memukau. (foto: bloody disgusting)

Terminator merupakan salah satu hit yang membuat Schwarzenegger naik daun di dunia box office. Walaupun umurnya yang sudah di atas setengah abad, Schwarzenegger tak susah untuk kembali di dunia perfilman. Ia masih bisa menampilkan persona terbaik sebagai T-800 di film ini.

2. Disutradarai Tim Miller

terminator
Tim Miller dipasang sebagai sutradara. (foto: Polyygon)

Nama Tim Miller akan dipasang di kursi sutradara. Pria berkelahiran Amerika ini terkenal dengan film, TV show, dan gim yang ia garap. Beberapa film MCU, seperti seri Deadpool dan Thor: The Dark World, pernah ia garap.

Selain itu, ia juga menjadi supervisor dari bagian visual effects di gim terkenal, seperti Mass Effect 2 dan Star Wars: The Old Republic. Jadi tak mengherankan bila Terminator: Dark Fate memiliki esensi yang keren seperti halnya film MCU. Tak ketinggalan efek yang terbilang mewah daripada seri Terminator sebelumnya.

Miller juga menjadi produser di salah satu film adaptasi gim yang akan dirilis pada 2020, yakni Sonic the Hedgehog.

3. Sekuel dari Terminator 2

terminator
Kisahnya merupakan lanjutan dari Terminator: Judgement Day. (foto: cinema blend)

Saat melihat dua seri awal membuat film ini menjadi terkenal (The Terminator dan Terminator 2: Judgement Day), Tim Miller memutuskan untuk mengabaikan film setelahnya, Terminator 3: Rise of the Machine hingga Terminator Genisys. Semua itu demi membuat film Terminator: Dark Fate.

Jadi untuk kamu yang ingin menonton franchise keren ini demi join the hype, tidak perlu melihat semua seri Terminator. Dua film awal saja sudah cukup kok.


4. Datangnya aktor baru

terminator
Sejumlah wajah baru juga tampil. (foto: slash film)

Walaupun Schwarzenegger dan Hamilton tetap hadir di film Terminator terbaru ini setelah lama vakum, bukan berarti Miller tidak mendatangkan selebritas terbaru. Aktor Mackenzie Davis dan Natalie Reyes yang pernah beraksi di Blade Runner 2049 juga akan dihadirkan di film ini. Mereka akan menjadi karakter inti. Davis menjadi manusia yang memiliki modifikasi cyborg.

5. T-1000, Terminator terbaru

terminator
T-1000, Terminator paling canggih. (foto: cinema blend)

Berhubung ini film baru, bukan berarti kita tidak menemukan wajah baru Terminator dong. Terminator yang memiliki seri T-1000 ini merupakan versi yang paling mutakhir dari Terminator sebelumnya. Karakter ini diperankan Gabriel Luna, pria yang pernah menjadi aktor di Agents of S.H.I.E.L.D.

Terminator: Dark Fate bisa kamu saksikan di bioskop Indonesia pada 30 Oktober 2019.(dnz)

BACA JUGA: Tom Hardy Pastikan Kehadiran Carnage dalam Sekuel Film Venom

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan