Merawat Ingat

5.555 Penari Pecahkan Rekor Tari Kecak

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 26 Februari 2022
5.555 Penari Pecahkan Rekor Tari Kecak

Tari Kecak memukau warga dunia.(pexels-just-baf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TEPI Loloan Yeh Poh, kawasan Pantai Berawa, Tibubeneng, Badung, Bali, mencatatkan sejarah pada 26 Februari 2018. Sebanyak 5.555 penari yang merupakan para siswa SMA/SMK se-Kabupaten Badung membentuk formasi untuk menari Kecak. Dengan mengenakan kain kotak-kotak hitam putih seperti papan catur, atau yang dikenal dengan saput poleng, diikat selendang merah, mereka menampilkan gerakan Tari Kecak yang sangat atraktif.

Tak hanya bergerak dinamis secara bersama-sama, para penari juga mengeluarkan suara bersahut-sahutan yang sangat harmonis dengan dikomando sejumlah instruktur. Tari Kecak kolosal yang ditampilkan para pelajar dalam rangka Berawa Beach Art Festival 2018 petang itu sukses memecahkan rekor dunia yang dinilai Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

BACA JUGA:

Si Joger Magnet Wisatawan ke Pulau Dewata

Tari Kecak, seperti dilansir Baliilu.com, berawal dari ide seorang penari Bali bernama I Wayan Limbak. Ia memodifikasi tradisi Sang Hyang yang biasa digelar sebagai ritual tolak bala pada masa itu. Bersama pelukis berkebangsaan Jerman Walter Spies, I Wayan Limbak mengambil serta memodifikasi beberapa unsur tari Sang Hyang untuk menciptakan Tari Kecak. Sekitar 1930-an, Tari Kecak mulai diperkenalkan.

tari kecak
Memecahkan rekor dengan 5.555 penari kecak. (foto: Pixabay/SZimmermann_DE)

Keunikan tari kecak terletak pada iramanya serta formasi para penari yang membentuk sebuah lingkaran seraya berseru ‘cak cak ke cak cak ke’. Suara harmonisasi para penari mencipatakan musik enerjik pengganti bunyi gamelan. Selama pertunjukan, penonton akan disuguhi adegan dari kisah-kisah Ramayana.

tari kecak

Tari kecak memadukan gerakan dinamis dan musik mulut. (foto: pixabay/SZimmermann_DE)

Sebagai pencipta Tari Kecak, I Wayan Limbak tak hanya mempertunjukan tarian di daerah sekitar, tapi juga ke mancanegara. Bersama kelompoknya, Sekaha Cak Bedulu, I Wayan Limbak memperkenalkan Tari Kecak ke mata dunia. Usahanya itu kemudian membentuk citra Bali sebagai pulau surga dengan budaya yang eksotis.(dwi)

#Merawat Ingat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan