Mati Listrik

4 Peristiwa Pemadaman Listrik Terparah yang Pernah Terjadi Di Dunia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Agustus 2019
4 Peristiwa Pemadaman Listrik Terparah yang Pernah Terjadi Di Dunia

Berbagai Peristiwa Pemadaman Listrik di Dunia (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMADAMAN listrik yang dirasakan sebagian penduduk Pulau Jawa pada awal Agustus 2019, memang merepotkan banyak pihak dan membuat sebagian besar orang yang terkena dampaknya menjadi tidak produktif. Berbagai layanan juga tidak stabil akibat peristiwa ini, menjadikan apapun yang ingin kamu lakukan terhambat.

Ternyata ini bukan kali pertama Indonesia mengalami pemadaman listrik yang cukup parah. Agustus 2005 silam, provinsi Jawa dan Bali juga pernah mengalami mati listrik total selama satu hari. Melansir berbagai sumber, inilah beberapa peristiwa pemadaman listrik terparah yang pernah dilalui banyak orang di dunia, tak hanya sehari, bahkan sampai berbulan-bulan seperti yang dialami oleh penduduk negara Brazil dan Venezuela.

Baca juga:

Hal Random Yang Terjadi Saat Mati Lampu Selama 12 Jam

1. Pemadaman Listrik di Jawa dan Bali (2005)

4 Peristiwa Pemadaman Listrik Terparah yang Pernah Terjadi Di Dunia
Pemadaman Listrik di Jakarta Pada Beberapa Tahun Lalu (Foto: CDN)

Agustus pada tahun 2005 lalu ternyata pernah terjadi hal yang sama, tetapi peristiwa pemadaman listrik ini juga melibatkan Pulau Dewata.

Peristiwa ini terjadi akibat jalur transmisi dari Cilegon dan Saguling terjadi kegagalan sektor dan pihak yang bertanggung jawab akan hal ini harus sesegera mungkin menutup dua unit pembangkit listrik, satu yang ada di Jawa Timur yaitu Paiton, dan unit pembangkit listrik Suralaya yang berada di Jawa Barat.

Hal ini membuat PLN rugi hingga 2.700 MW, hampir setengah dari pasokan pembangkit listrik di Paiton dan Suralaya. Dari pemadaman listrik ini, 100 juta penduduk provinsi Jawa dan Bali tidak mendapatkan pasokan listrik pada tanggal 18 Agustus 2005.

2. Pemadaman Listrik di Amerika dan Kanada (2003)

4 Peristiwa Pemadaman Listrik Terparah yang Pernah Terjadi Di Dunia
Kerusakan Software yang Mengakibatkan Pemadaman Listrik (Foto: Inverse)

Pemadaman lampu juga terjadi di bagian timur laut Amerika dan juga Kanada bagian pusat. Mati lampu ini terjadi hingga dua minggu berturut-turut dari tanggal 14 Agustus hingga 28 Agustus.

Pemadaman listrik ini terjadi karena kerusakan pada software yang mengakibatkan ruang kontrol dari FirstEnergy menjadi rusak. Sebagai informasi, FirstEnergy adalah salah satu perusahaan yang bertanggung jawab atas tenaga listrik yang berdiri di Akron, Ohio.

Pemadaman ini mengakibatkan 45 juta penduduk Amerika dan 10 juta penduduk Ontario tidak mendapatkan pasokan listrik pada dua minggu ke depan hingga tanggal 28 Agustus.

Baca juga:

Enggak bakal Mati Gaya, Hal-Hal ini Bisa Dilakukan saat Mati Listrik

3. Pemadaman Listrik di Brasil Selatan (1999)

4 Peristiwa Pemadaman Listrik Terparah yang Pernah Terjadi Di Dunia
Pemadaman Listrik yang Menyebabkan Penjarahan dan Perampokan (Foto: ReadWrite)

Pemadaman listrik di Brasil Selatan ini adalah salah satu pemadaman yang paling besar dan paling lama di dunia. Pemadaman listrik ini dialami kota-kota besar seperti Sao Paolo, Rio de Janeiro, dan sekitarnya.

Pemadaman ini disebabkan oleh pusat tenaga yang tersambar petir di Bauru, Sao Paolo. Kejadian itu mengakibatkan 440kV tenaga listrik habis. Dikarenakan krisis yang melanda Brasil pada tahun 1999, membuat penanganan untuk pemadaman listrik menjadi semakin terhambat.

Bahkan di Rio de Janeiro, pemerintah menyiagakan 1.200 personil polisi untuk menghindari masyarakat dari menjarah toko, dan di Sao Paolo juga mereka memblokir semua lorong bawah tanah agar mencegah masyarakat yang berniat mencuri.

Sekitar 97 juta orang yang ada di Brasil selatan ini tidak mendapatkan pasokan listrik untuk waktu yang cukup lama, mulai dari tanggal 11 Maret hingga 22 Juni 1999.

4. Pemadaman Listrik di Venezuela (2019)

Venezuela juga mengalami pemadaman listrik pada tahun 2019 ini, parahnya itu terjadi selama berbulan-bulan. Kurangnya penjernihan pasokan air membuat 43 jiwa meninggal karena faktor rumah sakit, industri, dan transportasi yang tersendat. Pasokan air juga tidak jernih karena tidak adanya tenaga untuk mengolah air bersih.

Pemadaman listrik ini diakibatkan oleh sortirnya pembangkit listrik karena kurangnya perawatan dan tenaga ahli, membuat Venezuela mengalami peristiwa yang dikenal dengan brain drain dan krisis ekonomi juga politik.

Brain drain adalah suatu peristiwa dimana tenaga ahli hengkang dan tidak sudi berkontribusi untuk masyarakat. Dari pemadaman listrik ini, 30 juta jiwa tidak mendapatkan pasokan listrik hingga lima bulan lebih, dari tanggal 7 Maret hingga 1 Agustus 2019. (dnz)

Baca juga:

4 Tips Ampuh Agar Tetap Bahagia Saat Mati Listrik

#Mati Lampu #Mati Listrik #Brasil #Venezuela #Amerika Serikat #Kanada
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Penyair Kanada Anne Carson Raih Hadiah Nobel Sastra, Menghadirkan Karya Sastra yang Berani dan Inovatif
Carson, 76 tahun, dikenal luas lewat karya-karyanya yang kerap melintasi batas antara puisi, fiksi, dan akademisi.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
  Penyair Kanada Anne Carson Raih Hadiah Nobel Sastra, Menghadirkan Karya Sastra yang Berani dan Inovatif
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Bagikan