4 Penemuan Asli Indonesia yang Populer Hingga Mendunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 28 September 2019
4 Penemuan Asli Indonesia yang Populer Hingga Mendunia

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENELITI Indonesia sangat banyak. Kiprah mereka tidak kalah dengan negara lain. Beberapa penemuan mereka bahkan telah digunakan hingga sekarang di seluruh dunia. Kualitas penemuan mereka bahkan mampu bersaing di era teknologi maju ini. Bukan hanya teknologi, peneliti Tanah Air juga menemukan makanan hingga makhluk hidup.

Berikut Merahputih.com rangkum penemuan asli Indonesia yang telah mendunia, bahkan telah digunakan untuk kemajuan teknologi dunia hingga sekarang.

BACA JUGA: Hobi Menulis? Nih, 5 Pekerjaan yang Bisa Kamu Pertimbangkan


1. Teori crack pesawat

BJ Habibie
BJ Habibie diakui sebagai bapak teknologi pesawat terbang. (foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan BJ Habibie diakui bapak teknologi pesawat terbang. Pemikirannya mendorong perkembangan industri penerbangan hingga mendunia. Berbagai teori sains dan teknologi termodinaika, konstruksi, dan aerodinamika dikembangkan Presiden ketiga RI ini. Formulasi teoritisnya dikenal dengan sebutan Habibie Factor, Habibie Theorem, dan Habibie Method.

Untuk memperdalam ilmu pesawat terbang, BJ Habibie belajar hingga ke Jerman. Sembari bekerja di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, maskapai Jerman sebagai wakil kepala teknologi. Pada 1973, Habibie menjabat Menteri Riset dan Teknologi di Indonesia. Dalam kiprahnya, seperti dilansir Steemit, BJ Habibie melahirkan IPTN dan PT Dirgantara Indonesia.


2. Jamu

jamu
Mulai dikenal sebagai obat herbal hingga ke mancanegara. (foto: steemit)

Terbuat dari rempah-rempah Indonesia, jamu tradisional populer sejak abad ke-17 selama masa pemerintahan Kerajaan Hindu Mataram. Jamu terbukti berkhasiat meredakan berbagai penyakit. Nama jamu berasal dari kata djampi dan oesodo yang berarti campuran obat herbal yang baik untuk kesehatan. Minuman tradisional ini dikaitkan dengan budaya Jawa.

Meski terdapat lebih dari 1.024 perusahaan jamu yang terdaftar di Indonesia Globalindonesianvoices mengabarkan hanya sedikit yang telah melakukan ekspor. Meskipun demikian, beberapa merek jamu Indonesia kini terkenal hingga ke seluruh negara di Asia, Australia, dan Belanda.

BACA JUGA: Yuk, Tiru Cara Hidup Sehat dan Panjang Umur ala Zona Biru

3. Ikan mujair

bapak mujair
Pertama kali menemukan ikan mujair di pantai selatan Blitar. (foto: Steemit)

Ikan mujair ditemukan pertama kali oleh Mujair di pantai selatan Blitar, Jawa Timur. Ikan air tawar ini populer sejak 1939. Ikan air tawar ini diteliti dengan 11 percobaan selama berminggu-minggu. Tak mengherankan jika Mujair berhasil menerima banyak penghargaan, di antaranya penghargaan dari Komite Eksekutif Dewan Perikanan Indo Pasifik pada 1954 dan dari Departemen Pertanian Republik Indonesia pada 17 Agustus 1951. Hingga kini, ikan mujair dijadikan menus santapan yang menggugah selera.

4. Sinyal 4G LTE

peneliti indonesia
Khoirul Anwar menemukan orthogonal frequency division multiplexing. (foto: unsplash/mikabaumeister)

Khoirul Anwar, anak bangsa Indonesia, menemukan bagian terpenting teknologi yang disebut orthogonal frequency division multiplexing (OFDM). Teknologi itu mampu mengimplementasikan sistem sehingga meningkatkan efisiensi perangkat komunikasi.

Selain itu, Khoirul terlibat dalam pengembangan teknologi long term evolution (LTE). Demikian diwartakan The Culture Trip. Ia memiliki kontribusi dalam menciptakan salah satu komponen teknologi LTE dengan konsep dua FFT. Meski hingga saat ini konsep itu masih jadi kontroversi dalam hal pemenuhan standar international ITU. (Dys)

BACA JUGA: Parade Mobil Klasik Ferrari Tutup Cavalcade Classiche dengan Meriah

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan