MerahPutih.com - Ole Gunnar Solskjaer memberikan aura positif bagi Manchester United. The Red Devils menang tiga kali beruntun sejak ditangani pria asal Norwegia tersebut.
Kemenangan terakhir MU diraih ketika menang 4-1 atas Bournemouth di pekan 20 Premier League, Senin (31/12) dini hari WIB di Old Trafford. Paul Pogba mencetak dua gol, sisa gol lainnya dicetak Marcus Rashford dan Romelu Lukaku.
12 gol dilesakkan Ashley Young dkk hanya dalam kurun waktu tiga laga. Solskjaer mengembalikan senyuman di wajah para pemain dan fans Man United.
Sosok 45 tahun itu bukanlah manajer yang mampu memberikan banyak gelar layaknya Jose Mourinho. Tetapi, dia tahu apa yang dibutuhkan Man United, mantan klub yang pernah diperkuatnya pada periode 1996-2007.
Dikenal dengan nama supersub terbaik sepanjang masa Man United dan julukan The Baby-Faced Assassin, Solskjaer mengenal persis dapur Man United dan mewarisi tradisi dari Sir Alex Ferguson ke dalam skuat terkini.
Memang, tiga kemenangan beruntun melawan tim yang di atas kertas tidak selevel dengan Man United belum membuktikan apapun untuk Solskjaer.
Kendati demikian, manajemen Man United sudah mulai harus mempertimbangkan menjadikannya manajer permanen. Negosiasi sudah harus dimulai dengan Molde, yang kabarnya hanya meminjamkan Solskjaer ke Man United sampai akhir musim 2018-19.
Ketimbang mendatangkan Zinedine Zidane atau Mauricio Pochettino, Solskjaer sudah memperlihatkan betapa pahamnya dia dengan kultur dan sejarah tim peraih 20 titel Premier League. Berikut tiga alasan mengapa Man United wajib memberinya kontrak permanen.