17 Tahun Jadi Pianis Negara, Nita Aartsen Punya Banyak Pengalaman Menarik

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 16 Oktober 2017
17 Tahun Jadi Pianis Negara, Nita Aartsen Punya Banyak Pengalaman Menarik

Nita Aartsen. (foto: mp/Raden Yusuf N)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NAMA Nita Aartsen sudah tak asing lagi di telinga para pecinta musik jazz. Perempuan kelahiran Jakarta 6 Juni 1971 ini telah malang melintang di musik jazz selama 25 tahun.

Nita yang memulai mempelajari piano sejak usia lima tahun ini merupakan lulusan Moscow Conservatory. Di akademi tersebut, Nita mempelajari ilmu contemporary jazz selama 3 tahun.

Kiprah pianis virtuoso latin-jazz ini tak bisa dianggap enteng. Pasalnya, Nita telah 17 tahun menjadi seorang pianis Negara Republik Indonesia.

Pencapaian tersebut tentu amat luar biasa, karena jarang sekali pianis hebat yang bisa menjadi seorang pianis negara.

Langkah Nita untuk menjadi seorang pianis negara pun terbilang tidak mudah. Setelah mendapat beasiswa untuk belajar musik, pada 1987, Nita berkesempatan mengabdi pada negara dengan menjadi seorang pianis tetap negara.

Tidak begitu saja ia bisa menjadi pianis negara. Nita harus menjalani fase freelance dengan dikirim ke bebeapa daerah konflik untuk menghibur para tentara dan juga mengajar musik. Terakhir, barulah ia menjadi pianis tetap negara yang kerap tampil menghibur para tamu VVIP negara.

Selama 17 tahun menjadi pianis negara Indonesia, Nita bercerita banyak pengalaman menarik yang dirasakan, salah satunya ketika dikirim ke daerah konflik.

"Jadi saya bukan main di istana negara saja. Dulu juga saya main di barak-barak tentara di Timor Timur dan Aceh. Seru banget sih soalnya menghibur serdadu kan kadang-kadang," ucap Nita saat ditemui di Cafe 1953, Jakarta Selatan, Sabtu (14/10).

Selain dikirim di daerah-daerah konflik, Nita Aartsen juga pernah tampil menghibur Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Pangeran Bernard dari Belanda serta banyak lagi tamu-tamu penting negara lainnya.

Bagi Nita, menjadi seorang pianis negara tak sekadar menghibur, tapi jiga menjadi agen budaya. Contohnys, saat ada PM Singapura datang dan Nita membawakan lagu Singapura.

Selain itu, satu hal yang membuat Nita merasa bangga, yaitu saat mewakili Indonesia di negara lain, terlebih saat membawakan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri. Nita mengaku perasaan bangganya pun seakan tak terbendung lagi.

Di akhir perbincangan, Nita berpesan, jika berkesempatan mewakili negara sebagai musisi, haruslah memberikan permainan yang terbaik serta attitude yang baik pula. (Ryn)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me
Bagikan