Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Zhafari Mengabadikan Riuh Pikiran di Pengujung Malam lewat Album Debut Sisa Malam

Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - ADA sebuah fase di malam hari ketika waktu seolah berhenti di antara penghujung malam dan datangnya pagi. Sekitar pukul 03.00, saat suasana semakin senyap dan sebagian besar orang telah terlelap, pikiran justru bisa menjadi lebih berisik. Berbagai pertanyaan tentang kehidupan bermunculan begitu saja, mulai dari seseorang yang dirindukan, kehilangan yang belum selesai, bayangan masa depan, hingga hal-hal yang sepanjang hari tidak pernah terpikirkan.

Suasana tersebut menjadi ruang yang coba ditangkap Zhafari melalui album debutnya, Sisa Malam, yang dijadwalkan rilis pada 30 September 2026. Berisi delapan lagu, album ini merupakan hasil dari proses kreatif selama sekitar dua tahun. Di dalamnya, Zhafari merangkum serpihan pemikiran, pengalaman pribadi, serta cerita orang-orang di sekelilingnya yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk musikal.

“Biasanya suka muncul pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan di sisa malam,” ujar Zhafari, menggambarkan momen ketika pikiran dapat bergerak ke berbagai arah dalam waktu yang bersamaan.

Baca juga:

'meet me in my head', Album Debut Rol3ert setelah Setahun Menjembatani Jepang dan Dunia



Pengalaman tersebut pula yang membuat Zhafari tidak menyusun delapan lagu dalam Sisa Malam sebagai sebuah rangkaian cerita yang berjalan secara linear. Setiap lagu memiliki persoalan dan emosi masing-masing, mulai dari cinta, kehilangan, kesedihan, hingga bayangan tentang masa depan. Seperti pikiran yang muncul tanpa urutan ketika seseorang masih terjaga di tengah malam, setiap lagu datang membawa kisah dan perasaan yang berbeda.

“Overthinking datangnya suka random. Kadang tentang cinta, kadang tentang kehidupan,” kata Zhafari.

Atas dasar itu, Zhafari menggambarkan delapan lagu dalam Sisa Malam seperti potongan-potongan puzzle. Setiap potongan memiliki cerita sendiri, tetapi ketika disatukan, seluruhnya membentuk gambaran yang lebih lengkap mengenai berbagai pengalaman yang menemani perjalanan Zhafari selama dua tahun mengerjakan album tersebut.

Delapan kepingan cerita itu kemudian hadir melalui Bunga, September, Di Sisa Hidupku, Hingga Kau Kembali, Tanpa Diriku, Batas Waktu, Seperti Mati, dan Melodi.(Far)





Baca juga:

Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'

Baca Artikel Asli