Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Mundur dari MotoGP Qatar, Yamaha Terancam Denda Besar hingga Larangan Balapan

Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026

Merahputih.com - Keputusan Yamaha mundur dari MotoGP Qatar 2026 berpotensi berbuntut panjang. Pabrikan asal Jepang tersebut terancam menerima sejumlah sanksi, mulai dari pengurangan poin hingga larangan mengikuti beberapa seri balapan berikutnya.

Yamaha sebelumnya telah mengumumkan tidak akan ambil bagian dalam MotoGP Qatar yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.

Keputusan tersebut membuat empat pembalap mereka, yakni Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Toprak Razgatlioglu, dipastikan absen di Sirkuit Lusail.

Baca juga:

Marc Marquez Berpeluang Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 di Qatar, Ini Syaratnya

Yamaha mengambil langkah tersebut dengan alasan keselamatan. Situasi keamanan di Qatar dinilai mengkhawatirkan menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Yamaha Terancam Pengurangan Poin hingga Larangan Balapan

Terdapat sejumlah kemungkinan sanksi yang dapat dijatuhkan kepada Yamaha akibat keputusan tidak mengikuti MotoGP Qatar 2026.

Dari sisi olahraga, Yamaha berpotensi menerima hukuman berupa pengurangan poin, baik untuk klasemen tim maupun pembalap.

Selain itu, pabrikan berlogo garpu tala tersebut juga disebut berisiko mendapatkan larangan mengikuti dua seri balapan berikutnya.

Baca juga:

Rajai MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Ungkap Strategi Jitu Taklukkan Sirkuit Sepang

Dampak Sanksi bagi Yamaha

Jika sanksi tersebut benar-benar dijatuhkan, dampaknya bisa sangat besar bagi Yamaha. Mereka berpotensi kehilangan kesempatan mengumpulkan poin pada fase akhir musim sekaligus memengaruhi posisi dalam klasemen kejuaraan.

Tak hanya sanksi olahraga, Yamaha juga menghadapi potensi denda dalam jumlah besar.

Baca juga:

Hasil MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Juara, Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Ancaman tersebut berkaitan dengan kemungkinan pelanggaran terhadap kontrak dan kesepakatan yang telah dibuat bersama pihak penyelenggara MotoGP.

Meski demikian, jenis dan besaran hukuman yang mungkin dijatuhkan masih menunggu keputusan resmi otoritas MotoGP.

Baca Artikel Asli