MERAHPUTIH.COM - WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta sekolah memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui simulasi evakuasi secara berkala, terutama pada gedung bertingkat. Langkah tersebut diambil demi memastikan fasilitas pendidikan tidak hanya layak dan nyaman, tetapi juga aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Arahan itu disampaikan Wagub Rano saat meninjau hasil rehabilitasi dan pembangunan tiga sekolah di Jakarta Selatan, yakni SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta, dan SDN Cilandak Barat 08, Jumat (16/10). Ketiga gedung tersebut telah digunakan sejak awal tahun ajaran 2026–2027.
Dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi, sekolah harus rutin mengadakan latihan simulasi evakuasi.
"Dengan fisik gedung yang kini mencapai lima hingga enam lantai, tingkat kesulitan mitigasi tentu lebih tinggi sehingga saya memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan agar prosedur evakuasi terus dilatih secara berkala demi prinsip sedia payung sebelum hujan," tegasnya.
Baca juga:
923 Sekolah di NTT Terpaksa Belajar dari Rumah Imbas Gempa Bumi
Peninjauan tersebut juga dilakukan untuk memastikan fasilitas sekolah berfungsi optimal dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. SDN Lebak Bulus 04 sebelumnya menempati bangunan yang berdiri sejak 1973, sedangkan SDN Cilandak Barat 08 yang dibangun pada 1976 mengalami kerusakan berat sebelum direhabilitasi. Sementara itu, SMPN 299 Jakarta dibangun untuk memperluas akses pendidikan SMP negeri di kawasan Lebak Bulus.
Pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta dengan nilai kontrak Rp 70,49 miliar, luas lahan 4.160 meter persegi, dan luas bangunan 9.724 meter persegi. Adapun rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan biaya Rp 31,42 miliar, dengan luas lahan 2.200 meter persegi dan luas bangunan 4.529 meter persegi.
Ketiga gedung dilengkapi fasilitas penunjang, antara lain akses ramah disabilitas, lift, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau. Bangunan juga dirancang dengan memperhatikan efisiensi energi melalui panel surya, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami.
"Hal yang kami harapkan bukan sekadar gedung baru, melainkan manfaat langsung bagi siswa dan guru; ruang belajar harus lebih nyaman, aman, inklusif, serta mampu menambah daya tampung dan memperluas akses pendidikan," ujar Rano.
Selain kesiapsiagaan bencana, Wagub Rano mengingatkan pentingnya pemeliharaan rutin agar seluruh fasilitas tetap berfungsi dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI mengawal masa pemeliharaan serta memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah terus terjaga.
"Membangun itu relatif mudah dan bisa selesai dalam satu tahun, tetapi tantangan tersulit yakni merawat seluruh fasilitas tersebut setiap tahunnya. Saya meminta Dinas Pendidikan terus mengawal masa pemeliharaan agar sarana dan prasarana yang ada dapat terawat dengan baik serta bertahan jauh lebih lama," katanya.
Pemprov DKI terus memetakan kebutuhan rehabilitasi sekolah berdasarkan kondisi bangunan dan urgensi penanganan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan secara bertahap, dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan belajar siswa.(Asp)
Baca juga:
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu