MerahPutih.com - Band indie-rock asal Australia, Vacations, resmi merilis album terbaru bertajuk Pursuit of Anything melalui label Nettwerk.
Berbarengan dengan peluncuran album, kuartet ini juga memperkenalkan video musik untuk lagu Lucky, Forever, yang menjadi penutup sekaligus salah satu materi unggulan dalam album tersebut.
Vacations diperkuat Campbell Burns sebagai vokalis sekaligus penulis lagu, Jake Johnson pada bass, Nate Delizzotti pada gitar, serta Joseph Van Lier pada drum.
Melalui album terbaru ini, mereka merangkai beragam kisah personal tentang cinta, pernikahan, keluarga, ambisi, hingga pergulatan menemukan makna kebahagiaan.
'Lucky, Forever', Lagu Cinta yang Terinspirasi Pernikahan Rekan Band
Campbell Burns mengungkapkan, Lucky, Forever berawal dari keinginannya menulis lagu cinta dengan tema yang terkesan klise, tetapi tetap terasa tulus. Ide tersebut muncul setelah ia menghadiri pernikahan dua rekannya di Vacations, Jake Johnson dan Joseph Van Lier.
Pengalaman itu mendorong Burns untuk menulis lagu dengan mengambil sudut pandang kedua personel tersebut. Hasilnya adalah lagu yang mengangkat kesederhanaan cinta melalui pendekatan yang terasa personal.
Aku sebenarnya jarang menulis lagu cinta, dan sebagai sebuah tema, rasanya sudah terlalu sering dibahas. Tapi rasanya menyegarkan bisa menulis sesuatu yang begitu sederhana dari segi tujuannya,
Vokalis Vacations, Campbell Burns.
Kehadiran Lucky, Forever sebagai lagu penutup memperkuat benang merah Pursuit of Anything, yang memadukan pengalaman pribadi para personel dengan refleksi tentang hubungan dan perjalanan hidup.
Pursuit of Anything, Refleksi Perjalanan Empat Sahabat
Album ini tumbuh dari kecintaan terhadap musik dan perjalanan panjang empat sahabat yang telah bermain bersama sejak usia muda. Melalui kumpulan lagu di dalamnya, Vacations mengangkat pengalaman personal yang mencakup pernikahan, keluarga, kenangan masa lalu, serta harapan untuk masa depan.
Bagi Burns, judul Pursuit of Anything berkaitan dengan siklus kebahagiaan manusia yang terus mengejar sesuatu yang baru. Dalam proses tersebut, seseorang kerap berfokus pada hal berikutnya yang ingin diraih hingga luput menyadari kebahagiaan yang sebenarnya sudah hadir dalam perjalanan saat ini.
Gagasan tersebut menjadi salah satu landasan album, yang mengajak pendengar merenungkan kembali hubungan antara ambisi, pencapaian, dan kepuasan menjalani hidup.
Secara musikal, Pursuit of Anything menawarkan pengalaman mendengarkan yang terasa akrab sejak awal. Lagu-lagunya membawa nuansa euforia ketika menemukan sesuatu yang berarti, sekaligus membuka ruang bagi pendengar untuk mengenali diri sendiri.
Vacations juga memperlihatkan kemampuannya merangkai lagu pop dengan pendekatan yang serius tanpa kehilangan kesan indah, jujur, dreamy, dan penuh optimisme.
Baca juga:
Padukan Pengaruh Musik Amerika, Vacations Lepas Album 'No Place Like Home'
Dari Newcastle ke Los Angeles dan New York
Di balik nuansa tersebut, Pursuit of Anything turut merekam fase perubahan dalam kehidupan para personel, terutama Burns yang berusaha memahami berbagai kerumitan saat beranjak dewasa.
Album ini menggambarkan perjalanannya dari Newcastle, Australia, menuju Los Angeles dan New York. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan pertentangan antara ambisi pribadi dan gambaran kehidupan yang lebih konvensional di kampung halaman.
Seluruh personel Vacations terlibat dalam proses penulisan lagu, sementara produksi album dipercayakan kepada Burns. Kolaborasi ini memperlihatkan perkembangan mereka sebagai sebuah kesatuan kreatif yang semakin matang.
Burns juga banyak mendapatkan inspirasi dari rekan-rekannya. Ia melihat bagaimana orang-orang dapat menghadapi situasi yang serupa, tetapi tetap memiliki tujuan, keinginan, dan cara masing-masing dalam menjalani kehidupan.
Sentuhan Produksi Beatriz Artola Perkaya Karakter Album
Dari sisi produksi, Pursuit of Anything mendapatkan sentuhan mixing dari Beatriz Artola, yang sebelumnya terlibat dalam pengerjaan musik Geese dan Caamp.
Keterlibatan Artola menghadirkan karakter suara yang lebih kaya dan kompleks, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi emosi untuk berkembang di setiap lagu.
Perpaduan pendekatan musikal dan pengalaman personal tersebut membuat album ini tidak hanya berfokus pada hubungan romantis, tetapi juga merangkum pergulatan yang menyertai proses pendewasaan, pencapaian ambisi, dan upaya memahami diri sendiri.
Baca juga:
Vacations Perkuat Jangkauan Lewat Album Terbaru
Perilisan Pursuit of Anything turut memperkuat posisi Vacations sebagai salah satu band indie dengan jangkauan pendengar luas di generasi mereka.
Pencapaian tersebut tercermin melalui rangkaian tur dunia yang terjual habis, sejumlah lagu yang meraih sertifikasi double-platinum, serta total lebih dari 3,5 miliar streaming.
Pada Juli lalu, Vacations juga untuk pertama kalinya membawa tur Holy Grail ke Asia. Dalam rangkaian tersebut, mereka menyambangi Filipina, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Setelah menyelesaikan tur itu, Vacations kini memusatkan perhatian pada Pursuit of Anything sebagai babak terbaru dalam perjalanan bermusik mereka.
Melalui album ini, Vacations merangkum kecintaan terhadap musik, hubungan personal, ambisi, dan pencarian jati diri dalam sebuah karya pop yang tulus dan bernuansa dreamy. Berbagai pertentangan dalam kehidupan menjadi fondasi bagi lagu-lagu yang terasa personal, tetapi tetap menyimpan kesan klasik sejak pertama kali didengarkan. (Far)