MerahPutih.com - Mobil listrik BYD resmi menutup keran impor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Per hari ini, PT BYD Motor Indonesia resmi menghentikan impor mobil listrik secara utuh (completely built up/CBU) setelah pabrik mereka di Subang, Jawa Barat mulai beroperasi penuh, sekaligus menandai era baru produksi domestik kendaraan listrik BYD di Indonesia.
Sudah tidak (impor) sama sekali. Kita memang berkomitmen untuk setop karena kita sudah punya pabrik,
kata Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan saat peresmian pabrik, Kamis (3/9).
Dari Kuota Impor ke Produksi Lokal
Sebelumnya, BYD mendapat insentif pemerintah berupa izin impor hingga 100.000 unit kendaraan listrik dalam dua tahun.
Dari kuota tersebut dilansir Antara, BYD menggunakan sekitar 92.000 unit. Sebagai kompensasi, perusahaan diwajibkan membangun fasilitas produksi di Indonesia.
Kini, seluruh pasokan baru akan berasal dari produksi dalam negeri. Model-model impor yang tersisa hanya akan dijual hingga stok di jaringan diler habis.
Investasi Rp16 Triliun, Kapasitas 150.000 Unit
Nilai investasi BYD di Indonesia mencapai Rp16 triliun, mencakup pabrik dan infrastruktur pendukung. Kapasitas produksi pabrik Subang ditargetkan 150.000 unit per tahun, dengan realisasi awal sekitar 10.000 unit per bulan.
BYD juga menyiapkan fasilitas perakitan baterai di Indonesia untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.