Merahputih.com - Real Madrid melancarkan strategi penawaran bernilai rendah guna memboyong gelandang bertahan Manchester City, Rodri.
Pemain berusia 30 tahun tersebut menjadi komoditas paling panas pada bursa transfer setelah negosiasi perpanjangan masa bakti di Etihad Stadium menemui jalan buntu.
Baca juga:
Pemenang Ballon d'Or dan Bola Emas Piala Dunia ini menunjukkan sinyal kuat ingin kembali berkarir di tanah airnya.
Laporan ESPN mengonfirmasi keinginan kuat sang pemain membela El Real. Pihak perwakilan pemain telah memberi lampu hijau bagi manajemen Santiago Bernabeu guna memulai negosiasi resmi.
Rodri sangat ingin kembali bermain di Spanyol dan menyukai peluang membela Real Madrid,
Tulis laporan ESPN.
Direktur Sepak Bola Manchester City, Hugo Viana, kini menghadapi keputusan paling menentukan sepanjang masa jabatannya.

Viana harus memilih antara melepas sang pemain dengan harga diskon atau kehilangan aset paling berharganya secara gratis saat kontrak berakhir.
Strategi Penawaran Diskon Real Madrid
Kondisi sisa masa kerja tinggal satu tahun membuat posisi tawar Manchester City melemah. Manajemen Los Blancos berencana mengajukan tawaran sebesar 50 juta poundsterling atau sekitar Rp1,04 triliun.
Angka tersebut berada jauh di bawah patokan harga ideal City sebesar 100 juta Euro atau sekitar Rp2,08 triliun.
Data penting terkait situasi transfer serta kondisi kontrak Rodri:
-
Usia Pemain: 30 tahun saat negosiasi transfer berlangsung.
-
Pencapaian Individu: Peraih penghargaan tertinggi Ballon d'Or dan Bola Emas Piala Dunia.
-
Banderol Pembuka Manchester City: 100 juta Euro atau sekitar Rp2,08 triliun.
-
Tawaran Masuk Real Madrid: 50 juta poundsterling atau sekitar Rp1,04 triliun.
-
Sisa Masa Kontrak: Memasuki 12 bulan terakhir menuju status bebas transfer pertengahan 2027.
-
Hubungan Antar Klub: Komunikasi langsung antara manajemen kedua klub telah berjalan sejak awal bursa transfer.
Pukulan Telak Bagi Skema Taktis Enzo Maresca
Langkah penjualan ini berpotensi menghadirkan kekecewaan finansial bagi jajaran direksi Manchester City. Kendati demikian, mengantongi dana Rp1,04 triliun jauh lebih menguntungkan ketimbang membiarkan sang pemain pergi tanpa kompensasi pada musim depan.
Sektor lapangan tengah Manchester City terancam kehilangan sosok krusial. Pelatih anyar Enzo Maresca menghadapi tantangan berat melakoni musim perdana tanpa kehadiran jenderal lapangan pengatur tempo permainan.
Baca juga:
Profil Rodri, Jenderal Lapangan yang Antar Spanyol Taklukkan Piala Dunia 2026
Rodri memiliki kemampuan langka mengontrol tempo pertandingan, mengatur tekanan tim, serta mengendalikan permainan dari area dalam.
Hubungan baik antara manajemen Manchester City dan Real Madrid diyakini mempermudah proses pembicaraan transfer ini. Publik sepak bola kini menanti keputusan akhir Hugo Viana dalam menuntaskan negosiasi bernilai triliunan rupiah tersebut.