Merahputih.com - Persija Jakarta dikabarkan sukses mengamankan tanda tangan gelandang kreatif asal Kroasia milik klub NK Istra, Stjepan Loncar.
Jurnalis asal Italia yang belakangan meramaikan bursa transfer pemain, Lorenzo Lepore menyebut pengumuman resmi Stjepan Loncar jadi bagian dari Macan Kemayoran akan berlangsung dalam waktu dekat.
Persyaratan secara pribadi sudah disepakati,
tulis Lorenzo Lepore.
Tim ibu kota sendiri sepakat membayar biaya transfer sebesar 300 ribu Euro atau setara dengan Rp5,29 miliar kepada NK Istra.
Baca juga:
Angka itu muncul setelah pihak Jakarta menaikkan penawaran dari proposal awal senilai 250 ribu Euro atau kisaran Rp4,41 miliar.
Rincian Finansial dan Kesepakatan Kontrak
Negosiasi kontrak personal antara perwakilan Persija Jakarta dengan Stjepan Loncar sendiri sudah tercapai sebelum kesepakatan antar-klub rampung.
Kehadiran pemain asing baru ini diharapkan mampu mendongkrak performa lini tengah Macan Kemayoran di bawah komando Shin Tae-yong.

Berikut data lengkap finansial serta kronologi transfer Stjepan Loncar:
-
Klub Asal Pemain: NK Istra (Klub kasta tertinggi Liga Kroasia).
-
Tawaran Awal Persija: Sebesar 250.000 Euro atau senilai Rp4.412.500.000.
-
Nilai Kesepakatan Final: Menyentuh angka 300.000 Euro atau setara Rp5.295.000.000.
-
Status Kontrak Pribadi: Sudah menemui kata sepakat sebelum klub menyetujui biaya transfer.
-
Tanggal Perilisan Rumor Eksklusif: Pertama kali mengudara pada tanggal 28 Juni 2026.
Ambisi Juara Super League
Langkah berani manajemen mendatangkan legiun asing berharga miliaran rupiah ini menunjukkan keseriusan tim mengejar trofi kompetisi domestik.
Penambahan durasi kontrak serta peningkatan nilai proposal menjadi bukti nyata keseriusan manajemen memenangkan perburuan tanda tangan sang pemain.
Baca juga:
Pratama Arhan Pede Segera Menyatu dengan Tim Persija Jakarta
Jakmania kini tinggal menunggu peluncuran video perkenalan resmi Stjepan Loncar lewat media sosial Persija.
Kedatangan penggawa Eropa ini diprediksi membuat persaingan papan atas kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin sengit.