MerahPutih.com - Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan perkebunan vegetasi kering di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, memakan korban jiwa setelah seorang lansia berinisial LJ (60) dilaporkan meninggal dunia.
Korban menghembuskan napas terakhir di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada Rabu (14/10) usai mendapatkan perawatan medis akibat menderita luka bakar serius.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu usai ditangani ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dalam kondisi 60 persen luka bakar di sekujur tubuh,
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar, kepada media di Samarinda, Kamis (15/10).
Baca juga:
Hotspot Karhutla di Sumatera Selatan Makin Bertambah, Secara Nasional Diklaim Menurun
Evakuasi Dramatis Tembus Kobaran Api 700 Meter Persegi
Peristiwa tragis itu bermula saat korban bersama warga setempat berinisiatif melakukan pemadaman api secara mandiri guna mencegah perambatan karhutla mendekati area pemukiman warga pada Selasa (13/10) siang.
Arah angin kencang membuat kobaran api mendadak membesar dan berubah arah secara cepat, mengurung korban di area perbukitan hingga mengalami sesak napas berat dan pingsan
Proses evakuasi jenazah tim gabungan kepolisian dan Inafis Polresta Samarinda berlangsung dramatis karena petugas harus menembus medan perbukitan terjal seluas 700 meter persegi yang masih diselimuti sisa bara api.
Baca juga:
Ratusan Satwa Liar Terdampak Karhutla, Kemenhut Ungkap Spesies yang Berhasil Diselamatkan
Hasil Autopsi Korban di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi
"Hasil pemeriksaan awal tim medis mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat mengalami luka bakar serius serta paparan hawa panas," tandas Kapolsek.