MerahPutih.com - Tak ada yang menyangka bahwa malam di Anfield, Senin, 28 Agustus dini hari WIB, bakal penuh tragedi seperti ini. Arsenal yang bertandang ke Liverpool dengan agenda utama mengembalikan gengsi yang porak poranda pasca kalah 0-1 dari Stoke City justru dihadiahi serangan bertubi-tubi tuan rumah.
Hasilnya, pasukan Arsene Wenger itu dilanda badai gol 0-4 Liverpool. Empat gol Liverpool dicetak Roberto Firmino di menit ke-17, Sadio Mane 40', Mohamed Salah 57', dan gol penutup dari Daniel Sturridge di menit ke-77.
Dalam pertandingan tersebut, Arsenal benar-benar tak berdaya. Julukan sebagai The Gunners seperti tak pantas mereka sandang. Pasalnya, situs statistik Opta mencatat tak satupun tembakan mereka yang mencapai target. Peristiwa ini adalah yang pertama terjadi dalam tiga tahun terakhir. Kali terakhir mereka mengalaminya adalah pada 5 Oktober ketika anak asuh Wenger melawan Chelsea.
Hasil tersebut semakin menguatkan analisis bahwa pertahanan Arsenal adalah sektor yang paling parah. Dalam tiga laga pembuka Liga Primer saja, mereka sudah kebobolan 8 gol!
Di partai pembuka, misalnya. Mereka memang menang 4-3 atas Leicester. Tapi kebobolan tiga gol untuk klub yang menargetkan juara seperti Arsenal sudah jauh dari standar tim juara. Melawan Stoke City, mereka kalah 0-1. Puncaknya, melawan Liverpool mereka justru dibantai 0-4.
Legenda Arsenal Thierry Henry yang menjadi komentator di salah satu televisi sampai tak kuat melihatnya. "Saya sampai ingin segera meninggalkan studio," katanya seperti dikutip BleaccherReport.
Hasil tersebut juga semakin menguatkan superioritas Liverpool atas Arsenal. Opta mencatat, Liverpool adalah klub yang sudah empat kali menang dengan margin 4 gol atau lebih atas Arsenal di Anfield. Dengan statistik seperti itu, jangan kaget jika di musim depan Liverpool bisa memberi tragedi yang lebih buruk lagi. Kecuali jika Wenger berani mundur. Mungkin hasilnya bisa berbeda... (isk)