MerahPutih.com - Tiga kendala menjadi tantangan tim gabungan evakuasi korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di sekitar perairan Tanjung Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam mencari mayat penumpang ataupun bodi utama pesawat. Kendala pertama, cuaca mendung yang berlangsung sejak pagi tadi.
"Sejak subuh tadi cuaca hujan sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang kami dalam mendeteksi korban," kata Koordinator Humas Basarnas Bandung, Joshua, dilansir Antara, Selasa (30/10).
Tak hanya mengganggu jarak pandang di sekitar permukaan laut, cuaca mendung juga akan mengganggu jarak pandang sebanyak 40 penyelam di dalam laut. "Pagi ini kita tambah lagi empat penyelam untuk bergabung di tengah laut Pakis bersama 40 penyelam lainnya," tandas Joshua.
Pada pencarian hari pertama, tim juga masih sebatas mengevakuasi bagian tubuh jenazah yang sudah mengapung di perairan Tanjung Kerawang Jawa Barat. Sebab, untuk mencari korban di dasar laut butuh peralatan khusus perangkat sonar dan geosurvei. Alat-alat canggih ini kini sudah tiba dan mulai dipakai hari ini.
Hambatan selanjutannya, tim penyelam terkendala lumpur dari dasar laut perairan Tanjung Kerawang yang naik ke permukaan. "Lumpur yang naik dari dasar laut mempengaruhi jarak pandang penyelam," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Karawang, Jawa Barat (Jabar).
Akibatnya, pencarian dengan cara menyelam maksimal dilakukan sampai pukul 17.00 WIB sesuai dengan SOP. Sedangkan, pencarian di permukaan laut dapat berlangsung hingga malam alias 24 jam. (*)