The Flowers Hadirkan Nuansa Berbeda Lewat Single 'Luka Yang Manis'
2 jam, 33 menit lalu -
MerahPutih.com - Setelah terakhir merilis album pada 2019, The Flowers akhirnya kembali memperkenalkan karya terbaru berjudul Luka Yang Manis, sebuah single yang dilepas melalui kerja sama dengan label rekaman demajors.
Band rock asal Jakarta ini—yang digawangi oleh Njet Barmansyah (vokal), Boris P. Simanjuntak (gitar), Eugen Bounty (saksofon), dan Dado Darmawan (drum)—pertama kali muncul dari komunitas Gang Potlot, sebuah lingkungan kreatif yang sejak era ’90-an dikenal melahirkan banyak musisi berkarakter kuat, sekaligus menjadi rumah bagi grup rock legendaris Slank.
The Flowers, yang di awal berdiri masih bernama Flowers, memulai perjalanan mereka lewat album perdana 17 Tahun Ke Atas pada 1997.
Album kedua, Still Alive & Well, rilis pada 2010 dan sekaligus menandai perubahan nama menjadi The Flowers. Hampir satu dekade berselang, mereka kembali lewat album ketiga Roda-Roda Gila pada 2019.
Baca juga:
KNIV. Lepas EP 'Nirmakna', Eksplorasi Makna Hidup Lewat Noise Rock Intens
Enam tahun setelah rilisan tersebut, The Flowers kembali 'mekar' dengan menghadirkan sebuah single baru yang menawarkan nuansa berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Jika lagu-lagu mereka dahulu identik dengan energi keras, padat, garang, dan penuh hentakan, maka Luka Yang Manis justru bergerak ke arah yang kontras: lebih lembut, manis, dan tenang—jauh dari kesan bising atau agresif yang selama ini melekat pada mereka.
Boris, sang gitaris, menjelaskan perubahan arah ini sebagai respons terhadap situasi belakangan yang penuh ketidakpastian—baik politik, ekonomi, maupun sosial.
“Kondisi yang karut-marut justru membuat kami ingin memberikan sesuatu yang lebih ringan. Keresahan itu mungkin membuat kami lelah untuk kembali berteriak,” ujarnya.
Baca juga:
GIGI Sampaikan Pesan Keteguhan dan Kosistensi di Lagu 'Don't Stop', Simak Lirik Lengkapnya
Dalam proses kreatifnya, The Flowers mengaku banyak terinspirasi oleh karya-karya legendaris Rinto Harahap dan Obbie Messakh. Lewat Luka Yang Manis, mereka ingin keluar sejenak dari pakem bunyi yang selama ini menjadi ciri khas band, sekaligus menghadirkan warna baru dalam katalog mereka.
Meski tanpa raungan gitar yang biasanya menjadi identitas, karakter The Flowers tetap terasa kuat. Gebukan drum khas Dado Darmawan, permainan saksofon dan interlude indah dari Eugen Bounty, serta vokal Njet Barmansyah yang kini terdengar lebih lembut namun tetap emosional, menjadi jembatan yang memastikan roh band tidak hilang.
“Entah nanti pendengar menyebutnya pop, pop rock, atau apa pun, kami tidak terlalu memikirkan labelnya,” tutup Dado. (Far)