Target Mulai Tahun Ini, Pemerintah Putar Otar Cari Skema Pembiayaan Program Gentengisasi
Rabu, 04 Februari 2026 -
MerahPutih.com - Pemerintah masih mencari skema pembiayaan Program Gentingisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan genting sebagai material utama atap rumah dan bangunan di seluruh Indonesia.
“Sedang didiskusikan dengan beberapa lintas kementerian,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2).
Baca juga:
Ikuti Arahan Prabowo, Pramono Siap Terapkan Gentengisasi di Jakarta
Program Gentingisasi ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026 setelah seluruh aspek teknis dan pendanaan rampung.
Prasetyo menegaskan, pemerintah tidak ingin program ini sepenuhnya bergantung pada APBN maupun APBD. Keterlibatan masyarakat dan sektor swasta akan didorong sebagai bagian dari semangat kebersamaan.
“Semangat kebersamaan, keindahan, dan kebersihan itulah yang seperti kepala negara, kepala pemerintahan, ingin menggugah itu,” tandasnya.
Baca juga:
Prabowo Ingin Rumah Pakai Genteng Bukan Seng, Kemenperin Sebut Produksi Sudah Siap
Apa Itu Gentingisasi
Konsep gentingisasi sebelumnya diperkenalkan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Prabowo menekankan gentingisasi bukan sekadar pergantian material atap, melainkan gerakan bersama untuk meningkatkan kenyamanan hunian, estetika lingkungan, penguatan ekonomi lokal, hingga citra Indonesia di mata dunia.
Baca juga:
Buka Lapangan Kerja Baru
Data Kementerian PUPR menunjukkan, lebih dari 40% rumah di Indonesia masih menggunakan material atap non-genting seperti seng dan asbes, yang dinilai kurang ramah lingkungan.
Gentingisasi diharapkan mampu mendorong industri genting lokal, membuka lapangan kerja baru, serta mengurangi ketergantungan pada material impor. (Knu)