MERAHPUTIH.COM - BURUKNYA prestasi atlet tuan rumah di turnamen badminton di Indonesia Open 2024 menuai reaksi dari Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC) Raja Sapta Oktohari.
Menurut Okto, penurunan performa atlet badminton di ajang Indonesia Open 2024 tidak seharusnya membuat masyarakat pesimistis. Hasil di turnamen BWF Super 1000 tersebut sepatutnya menjadi momen evaluasi bagi semua pihak yang terlibat sebelum berlaga di Olimpiade Paris 2024 nanti.
“Masih ada dua bulan lagi menuju Paris 2024 untuk memperbaiki performa dan menyiapkan strategi terbaik,” kata Okto di Jakarta, Selasa (11/6).
Dia menganggap kekurangan selama Indonesia Open 2024 lalu merupakan bagian yang mesti diperbaiki. “Kita belajar dari kekalahan dan menjadi lebih baik keesokan harinya. Peran kita adalah selalu mendukung, karena dukungan kita sangat penting untuk mereka,” ujar Okto.
Baca juga:
NOC Apresiasi 6 Wasit Indonesia Dipercaya Tampil di Olimpiade Paris
Okto akan memanggil semua pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) hingga stakeholder terkait untuk membahas persiapan atlet badminton di Olimpiade. “Kami akan duduk bersama dengan tim task force, PBSI, CdM, atlet, pelatih, dan ofisial untuk membahas langkah-langkah yang bisa kita lakukan di masa depan supaya peak performance atlet ada di Paris,” ucap Okto.
Okto yakin badminton bisa menyumbang medali bagi Indonesia di Olimpiade mendatang. “Saya mengimbau masyarakat tetap memberikan energi positif kepada atlet dan selalu percaya bahwa para atlet kita bisa menampilkan performa terbaik di Paris nanti,” imbuh Okto.
Sejumlah atlet tuan rumah tak mendapatkan gelar di Indonesia Open 2024. Dua tunggal putra Indonesia yang bakal tampil di Paris 2024, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, terhenti di babak 32 besar.
Satu-satunya tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, terhenti di babak perempat final. Di ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga tak tidak lolos ke babak 16 besar.
Untuk ganda putri, langkah Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga terhenti di babak 16 besar, sedangkan Rinov Rivaldi/Pitha Haningtyas Mentari kandas di babak 32 besar.(knu)
Baca juga:
Indonesia Siap bersaing di Badminton Asia Team Championship 2024