Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Tama Yuri Rilis Album Perdana ‘Biar Aku Dianggap Beruntung’, Potret Perjalanan dari Cinta hingga Penerimaan

Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026

MerahPutih.com - Keberuntungan kerap dilihat dari apa yang tampak di ujung sebuah perjalanan. Namun, di balik seseorang yang kemudian dianggap beruntung, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat.

Ada masa ketika seseorang begitu larut dalam cinta, fase ketika hidup terasa kehilangan arah, hingga akhirnya sampai pada tahap menerima segala hal yang telah dilalui. Tiga perjalanan emosional tersebut menjadi benang merah dalam album perdana Tama Yuri, Biar Aku Dianggap Beruntung.

Setelah memperkenalkan sejumlah single sejak 2024, Tama Yuri akhirnya merangkum perjalanan tersebut dalam sebuah album penuh yang berisi 11 lagu.

Album ini membagi perjalanan menuju apa yang disebut sebagai keberuntungan ke dalam tiga fase, yakni cegil, terpuruk, dan menerima.

Baca juga:

Menutup 2025 dengan Lelah? Tama Yuri Hadirkan Lagu 'Hari yang Berat' sebagai Penguat

Tiga Fase dalam 11 Lagu

Fase cegil hadir melalui lagu Canggung, Dua Sisi, dan Tetap Cinta Selamanya Cinta.

Sementara itu, fase terpuruk dituangkan lewat Duri, Hari yang Berat, Biasa Saja, serta Katanya Rela.

Adapun fase penerimaan diwakili oleh Bukan Salahku, Sudut Pandang, Good Shower, dan Biar Aku Dianggap Beruntung.

Pembagian tersebut menjadi cara Tama Yuri merangkai pengalaman emosionalnya secara bertahap, dari fase ketika seseorang larut dalam perasaan, melewati keterpurukan, hingga sampai pada penerimaan.

Makna di Balik ‘Biar Aku Dianggap Beruntung’

Pemilihan judul Biar Aku Dianggap Beruntung menjadi representasi dari keseluruhan cerita yang dibangun dalam album tersebut.

Frasa tersebut menggambarkan seseorang yang memilih untuk tetap menjalani hidup dengan senyuman, meski harus berkali-kali berhadapan dengan luka dan berbagai persoalan.

Untuk semua hal pahit yang datang, aku taburin gula biar tetep terasa manis, dan terus tersenyum walau dunia di sekeliling menggerus. Sampai akhirnya aku dianggap beruntung,

Tama Yuri.

Dikerjakan Bersama Sejumlah Produser dan Musisi

Dalam proses produksinya, Tama Yuri melibatkan sejumlah produser, yakni Fareeq Angkasa, Awal Awe, Milfarasi, serta kolektif Usaha Terbaik Kita yang beranggotakan Yabes Yuniawan, Ikhwan Hastanto, dan Lintang Larasati.

Keseluruhan proses pengerjaan album berlangsung di Yogyakarta dengan melibatkan sejumlah musisi dan pekerja kreatif, mulai dari perekam instrumen, pengarah vokal, pengisi vokal latar, hingga penata dan penyelaras suara.

Pengecualian terdapat pada lagu Katanya Rela, yang proses penataan dan penyelarasan suaranya dilakukan di Jakarta.

Baca juga:

Tama Yuri Rilis 'Bukan Salahku', Cerita Tentang Lelah dan Kehadiran yang Menenangkan

Album sebagai Ruang Berbagi Pengalaman

Bagi Tama Yuri, album ini tidak hanya menjadi kumpulan lagu, tetapi juga ruang untuk membagikan pengalaman personal yang mungkin sulit disampaikan secara langsung.

Ia berharap lagu-lagu di dalamnya dapat menemani pendengar ketika melewati masa-masa berat sekaligus memberikan perasaan lebih lega setelah didengarkan.

“Album ini lahir dari pengalamanku yang sulit diceritakan juga. Aku pengen pendengar ngerasa relate dan ngerasa dipahami. Aku juga pengen buktiin kalau album independen bisa punya suara yang didengar di seluruh Indonesia. Aku juga membawa semangat bahwa perempuan berhak punya suara, berhak lelah, berhak mencintai dengan caranya sendiri, dan tetap berdiri di tengah semua itu,” Ungkapnya

Siapkan Workshop Zine di Jakarta

Tak berhenti pada perilisan album, Tama Yuri juga menyiapkan sebuah aktivasi di Jakarta berupa workshop membuat zine.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi pendengar untuk berefleksi sekaligus berinteraksi dengan karya-karya yang terdapat dalam album.

Tama Yuri menjelaskan bahwa workshop tersebut akan melibatkan sejumlah pendengar. Mereka nantinya membuat zine dengan ditemani lagu-lagu dari album, kemudian membawa pulang merchandise eksklusif yang dibuat dari hasil refleksi masing-masing peserta.

“Rencana aku mau bikin workshop di Jakarta setelah album ini rilis, bareng beberapa pendengar. Kita bakal bikin zine ditemani lagu-laguku. Nanti tiap peserta bisa bawa pulang merchandise eksklusif yang dibuat dari hasil refleksi mereka,” pungkas Tama Yuri. (Far)

Baca Artikel Asli