MerahPutih.com - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah menjadi kunci Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) kembali mengalahkan duet pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno versi survei terbaru Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
CSIS melansir elektabilitas pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan meraup 51,4 persen suara responden, sedangkan Prabowo-Sandiaga hanya mendapat 33,3 persen. Adapun, 14,1 persen responden sisanya tak menjawab dan 1,2 persen belum menentukan pilihannya.
Peneliti CSIS Arya Fernandes menjelaskan kemungkinan angka elektabilitas ini berubah ke depannya sangat kecil. Alasannya, kata dia, migrasi perpindahan pemilih sangat kecil karena tingkat loyalitas dan kemantapan pemilih kedua pasangan sudah mencapai di atas 80 persen.
"Tingkat kemantapan pemilih Jokowi-Ma'ruf sebesar 84,4 persen. Dan Prabowo - Sandi sebesar 81,3 persen," kata Arya, dalam pemaparan hasil survei CSIS di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (28/3).
Menurut Arya, CSIS menemukan kecenderungan responden memilih Jokowi-Ma'ruf sejalan dengan tingginya tingkat kepuasan terhadap pemeintahan Jokowi saat in, yakni di atas 70 persen.
"Sektor pendidikan dan infrastruktur yang paling diapresiasi yakni 79,2 persen dan 76,2 persen. Lalu di sektor Polhukam ada 64,5 persen, hubungan internasional 61,9 persen dan ekonomi 61,5 persen yang menjadi perhatian bagi masyarakat," tutup peneliti CSIS itu.
Survei CSIS terbaru itu dilakukan sejak 15-22 Maret 2019 dengan menggunakan metode "multistage random sampling", melibatkan 1960 orang responden di 34 provinsi.
Proses wawancara dilakukan secara tatap muka dengan pewawancara yang telah mengikuti proses pelatihan oleh koordinator Provinsi. Margin of error sebesar 2,21 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Knu)