Merahputih.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengingatkan para pendaki untuk mengantisipasi suhu dingin ekstrem di gunung berketinggian 3.726 Mdpl. Persiapan matang menjadi kunci utama sebelum melakukan aktivitas pendakian di gunung yang terletak di NTB tersebut.
"Wisatawan atau pendaki perlu persiapan matang karena kondisi cuaca saat ini terasa lebih dingin,"
Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan
Budy Kurniawan meminta para pendaki tidak lengah dengan kondisi cuaca siang hari. Cuaca cerah pada siang hari jamak mengecoh, padahal suhu udara di kawasan tersebut berubah drastis saat malam hari.
Baca juga:
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
"Karena pendakian yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Mari nikmati keindahan Rinjani dengan tetap mengutamakan keselamatan," tutur Budy Kurniawan.
Peringatan BMKG Terkait Musim Kemarau
Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari menandakan wilayah NTB memasuki musim kemarau. Udara cenderung lebih kering saat musim kemarau, sehingga suhu pada malam dan pagi hari turun cukup signifikan di kawasan pegunungan.
"Cuaca dingin di pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin," kata Budy Kurniawan.
Para pendaki Rinjani wajib membawa jaket tebal, pakaian hangat memadai, serta kantong tidur (sleeping bag) khusus suhu pegunungan.
Baca juga:
Film Horor 'Petaka Gunung Welirang' Tayang Juli 2026, Angkat Teror Mistis Pendakian
Selain itu, fisik prima, kecukupan cairan tubuh, dan kelengkapan alat pendakian menjadi faktor penentu keselamatan. Balai TNGR terus menggencarkan sosialisasi demi memastikan keamanan seluruh pihak.