MerahPutih.com - Band hardcore asal Jakarta, Stepforward, resmi merilis video musik Camkan Memarku pada 23 Oktober 2026. Video ini menjadi video musik resmi pertama selama tiga dekade perjalanan mereka dan mengangkat lagu dari EP Tak Pernah Mati yang menyuarakan perlawanan terhadap kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta budaya menyalahkan korban.
Video musik tersebut tayang melalui kanal YouTube Stepforward_Jkt. Perilisan ini menjadi tonggak baru bagi Stepforward, band yang telah mewarnai perjalanan skena musik keras Indonesia sejak era 1990-an.
Ditulis oleh vokalis Stepforward, Jennifer Jill van Diest, Camkan Memarku lahir dari kemarahan terhadap sikap masyarakat yang masih kerap menyudutkan perempuan ketika menjadi korban kekerasan. Melalui lagu ini, Jill menyampaikan kegelisahannya mengenai terbatasnya ruang aman dan dukungan bagi para penyintas.
Baca juga:
'Lebih Beruntung Sedikit', Kolaborasi Terbaru Bernadya dan Pamungkas tentang Patah Hati
'Camkan Memarku' Angkat Budaya Menyalahkan Korban
Jill menjelaskan bahwa lagu tersebut ditulis sebagai bentuk keresahan sekaligus perlawanan terhadap stigma seputar kekerasan seksual. Menurutnya, perempuan masih menghadapi situasi ketika pengalaman kekerasan yang mereka alami justru diikuti pertanyaan dan penilaian yang menyudutkan korban.
Lagu ini gue tulis beberapa tahun lalu sebagai bentuk keresahan dan perlawanan terhadap stigma seputar kekerasan seksual. Perempuan masih belum mendapatkan tempat yang aman di lingkungannya. Maraknya kasus pelecehan seksual menjadi alasan gue menumpahkan amarah lewat lagu. Bagaimana perempuan masih disalahkan, masih dipertanyakan, tidak sepenuhnya dibela, padahal sudah luka-luka dan lebam,
Vokalis Stepforward, Jennifer Jill van Diest.
Jill menjelaskan bahwa persoalan menyalahkan korban tidak hanya ditemukan dalam kasus kekerasan seksual, tetapi juga dalam situasi KDRT. Alih-alih mendapatkan perlindungan dan dukungan, korban justru sering dihadapkan pada pertanyaan yang seakan-akan membebankan tanggung jawab atas kekerasan tersebut kepada mereka.
“Perempuan disalahkan karena pakaiannya, gayanya, atau kelakuannya. Dalam banyak kasus KDRT, korban masih menjadi bulan-bulanan dengan pertanyaan seperti, ‘Kenapa nggak pergi? Kenapa nggak langsung lapor?’ Mengapa akhirnya justru korban yang disalahkan?” ujar Jill.
Melalui Camkan Memarku, Stepforward mengangkat persoalan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap stigma yang dapat membuat korban semakin tersudutkan. Lagu ini sekaligus menyoroti pentingnya ruang aman dan dukungan bagi perempuan yang mengalami kekerasan.
Baca juga:
KRTM Rilis 'Ini Belum Selesai', Kisah Berani Mengejar Mimpi yang Pernah Dilepas
Kenangan Bersama Mendiang Ricky Siahaan
Selain membawa pesan sosial, Camkan Memarku memiliki arti personal bagi Stepforward. Lagu ini menjadi bagian dari perjalanan kreatif band bersama mendiang Ricky Siahaan, gitaris yang berkontribusi penting dalam perjalanan mereka.
Sebelum meninggal dunia, Ricky sempat berdiskusi dengan Jill selama proses pengembangan lagu tersebut. Percakapan mereka tidak hanya membahas musik, tetapi juga berbagai kasus kekerasan seksual dan KDRT yang terjadi di masyarakat.
“Ricky dan gue banyak ngobrol saat menulis lagu ini. He was always on my side. Dia juga menjadi teman berdiskusi tentang kasus-kasus kekerasan seksual dan KDRT yang terjadi di masyarakat. Dengan cara kami sendiri, lagu ini menjadi salah satu bentuk pembelaan terhadap perempuan yang mengalami kekerasan. Sayangnya, situasi itu belum banyak berubah sampai detik ini,” ucap Jill.
Kenangan tersebut menambah makna bagi “Camkan Memarku”, yang tidak hanya merepresentasikan sikap Stepforward terhadap persoalan kekerasan, tetapi juga merekam proses kreatif dan diskusi yang pernah dijalani para personelnya.
Gandeng Ekyno untuk Video Musik 'Camkan Memarku'
Untuk menerjemahkan pesan dan energi lagu ke dalam medium visual, Stepforward bekerja sama dengan Ekyno sebagai sutradara video musik. Ekyno merupakan kawan lama para personel band yang sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah produksi video musik.
Di antara karya yang pernah digarapnya adalah video musik Matraman milik The Upstairs dan Citra Natural dari Seringai bersama Cerahati.
Melalui perilisan video musik Camkan Memarku, Stepforward menghadirkan karya visual yang mengiringi pesan perlawanan dalam lagu tersebut. Perilisan ini sekaligus menandai langkah baru bagi band yang telah menjalani perjalanan panjang di skena musik keras Indonesia. (Far)