MerahPutih.com - Netflix kembali menghadirkan tayangan anime orisinal melalui SPARK of Tomorrow, yang dijadwalkan tayang mulai 5 Juli 2026. Film ini mengangkat kisah emosional tentang kehilangan, nostalgia, dan harapan baru dalam balutan drama yang menyentuh.
Diproduksi oleh studio animasi legendaris Kyoto Animation, SPARK of Tomorrow disutradarai Hiroyuki Ueda dengan naskah yang ditulis Tatsuhiko Urahata.
Film ini juga menghadirkan penampilan dua pengisi suara ternama Jepang, Sora Amamiya dan Yuma Uchida, yang menghidupkan karakter utama dengan emosi yang kuat.
Baca juga:
Persatukan K-pop & Anime, Kekuatan Lirik ATTITUDE dari aespa Gampang Diingat
Sinopsis 'SPARK of Tomorrow'
Cerita berpusat pada seorang anak laki-laki yang kehilangan kepercayaan terhadap mimpi tentang 'Zaman Listrik' setelah kematian saudaranya. Trauma tersebut membuatnya menjauh dari harapan mengenai masa depan yang sebelumnya ingin ia raih.
Di sisi lain, seorang gadis muda yang religius masih menyimpan duka mendalam setelah kehilangan ibunya. Meski demikian, ia tetap berusaha menjalani hidup dengan tenang.
Takdir kemudian mempertemukan keduanya dalam sebuah perjalanan untuk menelusuri Katalog Listrik Abad ke-20, simbol kemajuan teknologi sekaligus harapan dari masa lalu.
Perjalanan tersebut memaksa mereka menghadapi luka batin masing-masing, berdamai dengan kehilangan, dan perlahan menemukan cara untuk melanjutkan hidup.
Baca juga:
Anime Serial Olahraga Blue Lock Tayang di Netflix, Ambisi Besar Jepang Ciptakan Striker
Kisah tentang Harapan dan Masa Depan
Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya berkembang menjadi sumber kekuatan baru yang membantu mereka menemukan kembali makna mimpi, harapan, dan masa depan.
Di balik kisah personal kedua tokohnya, SPARK of Tomorrow juga menghadirkan konflik yang mengangkat pertanyaan tentang bagaimana membangun masa depan tanpa harus mengulang kehilangan yang sama.
Dengan memadukan tema keluarga, persahabatan, dan proses penyembuhan, film ini menawarkan perjalanan emosional yang menyentuh sekaligus mengajak penonton merenungkan arti harapan setelah kehilangan. (Tka)