Serangan Rusia ke Ukraina Merembet Sampai ke Apple

Minggu, 27 Februari 2022 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Konflik Ukrania dan Rusia merembet sampai ke perusahaan teknologi multiinternasional Apple Inc. Pemerintah Ukraina meminta bos Apple Inc, Tim Cook, mengurangi produk dan memblokir akses Apple Store di Rusia.

Permintaan tersebut diajukan Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov langsung kepada Cook. Dikutip dari Reuters, Jumat (26/2), Fedorov mengunggah di media sosial salinan surat yang dikirimakan kepada bos Apple Inc.

Baca Juga

Siapkan Langkah Darurat Evakuasi, Indonesia Siapkan Paspor Khusus WNI di Ukraina

"Tolong berhenti memasok produk dan layanan Apple kepada Federasi Rusia, termasuk memblokir akses App Store," kutipan dalam surat yang diunggah Fedorov, dilansir dari Antara, Sabtu (26/2).

Menurut Fedorov, Rusia tidak hanya pantas mendapat sanksi di bidang ekonomi, tetapi juga dari sektor teknologi. Ukraina juga meminta Amerika Serikat (AS) sebagai lokasi induk perusahaan Apple memberikan dukungan sanksi terhadap Rusia itu.

"Saat ini teknologi adalah jawaban terbaik untuk tank, roket dan misil," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Menteri Transformasi Digital Ukraina itu.

Tank bergerak ke kota, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Mariupol, 24 Februari 2022. ANTARA/Reuters/Carlos Barria/as.

Hingga berita ini diturunkan Apple masih tidak berkomentar atas isu permintaan Ukraina itu. Meski begitu, Tim Cook melalui Twitter menyatakan kekhawatirannya terhadap Ukraina beberapa hari lalu.

"Saya sangat khawatir terhadap situasi di Ukraina. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk tim kami. Dan kami akan mendukung aksi kemanusiaan lokal," tulis Cook dalam statusnya. (*)

Baca Juga

Eskalasi Perang Dunia III dan Peran Indonesia dalam Konflik Rusia-Ukraina

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan