MerahPutih.com - Enam atlet atletik Inggris Raya dan dua anggota staf terpaksa diisolasi setelah teridentifikasi melakukan kontak erat dengan individu yang dinyatakan positif COVID-19 dalam penerbangan mereka ke Jepang. Namun, Asosiasi Olimpiade Inggris Raya (BOA) memastikan penumpang yang positif COVID-19 bukan anggota kontingen mereka.
"Enam atlet dan dua anggota dari tim atletik, yang bukan karena kesalahan mereka sendiri telah teridentifikasi sebagai kontak erat dengan seorang individu," demikian pernyataan BOA, dilansir dari Reuters, Senin (19/7).
Baca Juga:
Olimpiade Kala Pandemi, Pakar Kesehatan Khawatir COVID-19 dapat Medali Emas
BOA menjelaskan anggota delegasinya itu datang dalam penerbangan ke Tokyo yang tiba pada Kamis 15 Juli lalu. "Kelompok tersebut semuanya dites negatif di bandara dan telah melanjutkan dengan tes negatif dalam kedatangan mereka," tulis mereka
Menurut BOA, sekarang mereka menjalani periode isolasi mandiri dalam kamar mereka di kamp persiapan tim. Tidak seorang pun dari keenam atlet tersebut yang disebutkan namanya.
"Ini kabar yang mengecewakan bagi para atlet dan staf, tapi kami sepenuhnya menghormati protokol yang berlaku," kata Chef de Mission Inggris Mark England, dikutip Antara. "Kami akan memberikan segala dukungan selama periode ini dan kami berharap mereka akan bisa segera kembali melanjutkan latihan."
Sebelumnya, penyelenggara Olimpiade Tokyo pada Minggu (18/7) melaporkan kasus COVID-19 pertama di antara pada peserta yang tinggal di kampung atlet sehingga memperbesar kekhawatiran bakal menjadi event penyebar virus yang super hanya lima hari menjelang upacara pembukaan.
Sedangkan, Afrika Selatan mengkonfirmasi empat kasus positif, termasuk tiga dalam skuad sepak bolanya. Pelatih sevens rugby negara tersebut Neil Powell juga dites positif pada kedatangan di Jepang dan sedang dalam isolasi.
Total, 11.000 atlet akan menghabiskan waktu tinggal di kampung tersebut, tetapi akan menghabiskan hari yang lebih sedikit di Jepang dibandingkan pada Olimpiade lainnya karena pembatasan COVID-19.
Tingkat infeksi meningkat pada kalangan penduduk biasa Tokyo yang memuncak menjadi melebihi 1.000 kasus baru dalam empat hari berturut-turut. Pada Sabtu, Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach mengakui adanya kekhawatiran dalam masyarakat Jepang, tetapi meminta mereka menyambut para atlet. (*)
Baca Juga:
Olimpiade Tokyo Digelar Tanpa Penonton