Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari

Dwi Astarini - 39 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — SEKRETARIS Pers Gedung Putih Katie Zacharia dikabarkan meninggalkan jabatannya. Zacharia mundur setelah menjabat hanya dalam hitungan hari. Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.

Saat berbicara kepada para wartawan sesaat sebelum kabar pengunduran Zacharia muncul pada Jumat (16/10), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia telah memberi tahu Zacharia bahwa ia tidak harus menduduki posisi ini jika tidak mau. “Sejujurnya, jika aku jadi kamu, aku akan mempertimbangkannya kembali,” kata Trump.

Zacharia menghadapi kritik pedas atas penampilannya saat taklimat (briefing) pers pertamanya sebagai sekretaris pers Gedung Putih, Selasa (13/10). Briefing itu berlangsung kurang dari 15 menit dan hanya mencakup tiga pertanyaan dari para wartawan.

Pada hari-hari berikutnya, ia sibuk melakukan pembelaan, menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dari media mengenai kredensial dan kesiapannya untuk pekerjaan tersebut.

Baca juga:

Pokemon Ngamuk, Karakternya Dipakai Gedung Putih untuk Kampanye MAGA



Trump memberi isyarat tentang pengunduran diri Zacharia yang kian dekat pada Jumat sore dalam sebuah sesi tanya jawab media di luar Marine One.

"Saya berkata, 'Apakah ini cocok untukmu, Katie? Karena jujur saja, kamu tidak perlu menghadapi ini’,” kata Trump.

Trump menyebut Zacharia diperlakukan cukup jahat oleh media.



Disebut Tanda Kegagalan Partai Republik




Seiring negara yang semakin mendekati pemilihan umum sela pada November, yang akan menentukan siapa yang mengendalikan Kongres AS, Partai Demokrat memanfaatkan pengunduran diri Zacharia yang mendadak ini sebagai tanda kegagalan di Gedung Putih di bawah kendali Partai Republik.

"Sekretaris Pers Gedung Putih telah pergi. Para ekstremis MAGA terus berjatuhan," kata Hakeem Jeffries, Pemimpin Partai Demokrat di DPR AS, dalam unggahan di platform X.


Kemampuannya Dipertanyakan




Pekan yang penuh gejolak bagi Zacharia dimulai pada Selasa, setelah ia terlihat sangat gugup selama taklimat pers perdananya di Gedung Putih yang berlangsung selama 14 menit. Dalam acara tersebut, ia membaca poin-poin pembicaraan dari sebuah catatan, hanya menjawab sedikit pertanyaan, dan secara tidak sengaja menyebut presiden sebagai suaminya.

Selama briefing tersebut, seorang wartawan bertanya kepada Zacharia tentang di mana ia lulus ujian advokat (bar exam). Zacharia disebut-sebut sebagai seorang pengacara oleh Trump dan pihak lainnya serta merupakan lulusan sekolah hukum Pepperdine University. Untuk dapat berpraktik hukum di AS, seorang pengacara harus diterima di asosiasi advokat negara bagian setelah lulus ujian yang ketat.

"Saat saya berada di China,” jawab sang sekretaris pers Gedung Putih.

Setelah penyelidikan dan penelusuran mendalam oleh media, Zacharia akhirnya mengaku pada Kamis bahwa ia tidak pernah lulus ujian advokat. Namun, ia menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia pernah berpraktik hukum transaksi internasional di China dengan kredensial yang sesuai.

Pertanyaan mengenai kredensial hukumnya menjadi topik pembicaraan utama sepanjang minggu. Sean Hannity dari saluran konservatif Fox News melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sangat tajam kepadanya dalam sebuah wawancara pada Kamis.

Ketika Zacharia mengatakan bahwa ia belum lulus ujian advokat, Hannity menyergah, "Mengapa Anda tidak katakan saja, 'Saya tidak pernah berpraktik hukum?'"

Zacharia juga menjelaskan kepada Hannity betapa cepatnya ia mengambil peran sebagai sekretaris pers tersebut. Ia direkrut kurang dari seminggu sebelum penampilan perdanya. Pernyataan itu memicu Hannity bertanya, “Apakah saya tidak salah dengar bahwa Anda merasa staf seharusnya mempersiapkan Anda dengan lebih baik?"

Ketika tampil di acara Fox & Friends pada Jumat, acara yang sering ditonton Trump, Zacharia menghadapi deretan pertanyaan serupa.

Ia memberi tahu para pembawa acara bahwa ia tidak mengungkapkan kepada Trump bahwa ia bukanlah seorang pengacara karena pertanyaan-pertanyaan itu tidak ditanyakan, seraya mengatakan bahwa ia direkrut untuk peran komunikasi, bukan peran hukum.

"Apakah Anda merasa masih memiliki kepercayaan dari presiden?" tanya pembawa acara Lawrence Jones.

Ia menghindari memberikan jawaban langsung. "Saya berharap dapat membangun kepercayaan dari semua orang di sekitar saya,” katanya saat menutup jawabannya.


Pengunduran Diri Tercepat





Pengunduran diri awal Zacharia ini menjadi yang tercepat di antara tim pers Gedung Putih era Trump. Pada masa jabatan pertamanya, Anthony Scaramucci meninggalkan jabatannya sebagai direktur komunikasi Gedung Putih hanya setelah 10 hari menjabat.

"Rekor memang ada untuk dipecahkan. Namun, saya tidak merasa senang di atas penderitaan orang lain,” ujar Scaramucci di X pada Jumat.(dwi)

Baca juga:

Sambil Menyelam Minum Air, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt Malah Belanja Skincare saat Dampingi Kunjungan Donald Trump di Korea Selatan

Baca Artikel Asli