DARAHKUBIRU dan komunitas Indigo (Indonesian Denim Group) kembali menggelar acara tahunannya, yakni Wall of Fades. Para pencinta denim sejati tentu tak asing lagi dengan Wall of Fades. Acara tersebut merupakan pameran denim terbesar di Indonesia. Acara tersebut akan digelar pada 29 November hingga 2 Desember 2018. Sebelum resmi diselenggarakan pada akhir November, Wall of Fades mengadakan pre-event, Sabtu (17/11).
Acara pre-event tersebut diselenggarakan secara eksklusif untuk para undangan di Freeware Labs Kemang. Mereka yang menghadiri pre-eveng Wall of Fades ialah sponsor, tenant, media partnrer, asosiasi, dan berbagai komunitas yang tergabung dan tumbuh besar bersama Wall of Fades. Pada pre-event tersebut, terdapat empat agenda utama, yaitu konferensi pers, pengenalan majalah Darahkubiru, showcase produk, dan pengumuman International Denim Club.
Meskipun rutin dilakukan, penyelenggaraan Wall of Fades kali ini terasa berbeda. Di tahun ini, Wall of Fades merayakan hari jadinya yang ke-10. Hari jadi Wall of Fades yang ke-10 membuat acara kali ini diberi tajuk A Decade of Work.
Di sesi diskusi, para pembicara yang merupakan penggagas Wall of Fades mengungkapkan suka duka perjalanan Wall of Fades. “Untuk berada di posisi saat ini, kami harus struggle. Naik turunnya Wall of Fades banyak mendapat dukungan dari komunitas,” ujar Chairman Wall of Fades 2018 Delano Alvin.
Di pre-event tersebut, para hadirin juga melihat peluncuran 10 produk kolaborasi Wall of Fades bersama beberapa merek. Merek-merek tersebut, yakni Aye, Bluesville, NBDN, OLdblue, Revolt, Sagara, Tropic Thunder, Orbit Gear, PMP, dan Jackhammer.co.(avia)