Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Hari Ini Tumbang ke Rp18.046, Ancaman Suku Bunga The Fed Bikin Dolar AS Makin Beringas

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 53 menit lalu

Merahputih.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (19/10) kembali loyo hingga tersungkur ke level Rp18.046. Merosotnya kurs rupiah hari ini tak lepas dari kecemasan para pelaku pasar terhadap bayang-bayang pengetatan kebijakan suku bunga The Fed.

Buat kamu yang terus memantau laju rupiah terhadap dolar AS, pelemahan 19 poin (0,11 persen) dari posisi sebelumnya di Rp18.027 ini sebenarnya bukan tanpa alasan.

Baca juga:

Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut

Dinamika prediksi rupiah ke depan kabarnya sangat bergantung pada langkah tarik-ulur bank sentral Amerika Serikat, ditambah lagi dengan rentetan isu geopolitik global yang membuat para investor otomatis berlindung pada safe haven alias memborong dolar AS.


Sinyal Pengetatan The Fed Bikin Pasar Cemas

Pecahan

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menilai bahwa tekanan terhadap mata uang garuda ini merupakan reaksi spontan atas kemungkinan sikap agresif dari The Fed.

Walaupun jadwal pertemuannya masih akhir Oktober, hawanya sudah mulai terasa di pasar uang.

Pernyataan terkini dari para pejabat The Fed mengisyaratkan bahwa mereka tetap terbuka terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut, meskipun belum ada sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 27–28 Oktober,

terang Ibrahim Assuabi.

Sementara itu, Ketua The Fed, Kevin Warsh, masih menyimpan rapat-rapat teka-teki keputusannya. Mengutip laporan Anadolu, Warsh yang sempat berbincang dengan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, di Bangkok, sekadar menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga stabilitas harga tanpa memberi bocoran suku bunga ke depannya.

Menurut Warsh, para pengambil kebijakan akan terus membedah data-data krusial seperti tingkat output, ketenagakerjaan, hingga inflasi sebelum mengambil vonis pada pertemuan Oktober dan Desember mendatang. Ia mengibaratkan pendekatan penuh kehati-hatian ini sebagai "babak baru" di internal The Fed.


Geopolitik Panas dan Secercah Harapan JISDOR

Di luar urusan ekonomi Amerika Serikat, pasar uang juga sedang digoyang sentimen negatif dari Timur Tengah. Mandeknya negosiasi antara AS dan Iran, ditambah makin meruncingnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Ansarullah di Yaman, otomatis membuat laju dolar makin di atas angin.

Baca juga:

Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?

"Di tengah situasi ini, para pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun," jelas dia.

Kendati pasar spot diwarnai rapor merah, sebenarnya masih ada sedikit kabar baik dari catatan Bank Indonesia. Mengacu pada data Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), pergerakan rupiah hari ini secara teknis justru menguat tipis ke level Rp18.050 per dolar AS, membaik dari posisi rilis sebelumnya yang berada di angka Rp18.052 per dolar AS.

Baca Artikel Asli