MerahPutih.com - Ruben Amorim mengakui, bahwa ia melakukan banyak kesalahan selama 14 bulan menjadi pelatih di Manchester United.
Amorim, yang kini menjadi pelatih baru AC Milan, dipecat oleh Manchester Unitedpada awal Januari 2026 lalu, setelah menjalani sebuah konferensi pers yang luar biasa. Saat itu, ia menuntut untuk disebut sebagai 'manajer.'
Pelatih asal Portugal itu merujuk pada pertemuan yang ia hadiri bersama Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, pada dua hari sebelumnya.
Baca juga:
Manchester United Makin Dekat Dapatkan Ederson, Semua Bergantung Tes Medis
Wilcox mengkritik cara Amorim menangani tim saat bermain imbang 1-1 melawan Wolves, yang menjadi juru kunci Premier League musim lalu.
Selain itu, Wilcox juga sempat mengibaratkan perannya sendiri layaknya seorang "manajer" saat berbicara dengan staf di Carrington, kemudian hal tersebut sampai ke telinga Amorim.
Ruben Amorim Bikin Manchester United Terpuruk
Klub tersebut finis di peringkat ke-15 klasemen tanpa gelar pada musim 2024/25, yang menjadi musim terburuk mereka dalam 51 tahun.
Amorim akan menghadapi mantan klubnya dalam laga persahabatan pramusim di Wroclaw pada 15 Agustus 2026. Lalu, pelatih asal Portugal itu sempat membahas masa-masanya di Manchester saat diperkenalkan di Milan.
Saya melakukan kesalahan di Manchester. Sulit bagi saya untuk menyebutkan semuanya satu per satu. Yang pasti, saya telah banyak belajar.
kata Amorim
"Situasi kini telah berubah, dan ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik berkat pengalaman yang telah saya peroleh."
Baca juga:
Bruno Guimaraes Blak-blakan Mau Gabung Arsenal, Newcastle Kini Mulai Tertekan
Ruben Amorim Dinilai Keras Kepala Pakai Formasi 3-4-2-1
"Menurut saya, mungkin hal yang membuatnya kesulitan adalah besarnya nama klub tersebut. Sorotan tajam terhadap gagasan dan keputusan Anda terjadi terus-menerus, sehingga mungkin dia kesulitan menghadapinya," jelasnya.
“Bukan berarti itu terlalu besar baginya, tetapi mungkin dia memojokkan dirinya sendiri pada posisi di mana dia ingin berpegang teguh pada idenya karena dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa itu akan berhasil."
Baca juga:
Terungkap! Jurgen Klopp Bongkar Momen Bujuk Kylian Mbappe agar Gabung Liverpool
Amorim sendiri terkenal karena bersikeras menggunakan formasi 3-4-2-1, meskipun kurang sukses di sepak bola Inggris.
Chelsea yang berada di bawah asuhan Antonio Conte pada musim 2016/17, menjadi satu-satunya klub yang memenangkan gelar Premier League dengan formasi tersebut. (sof)