Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Rock In Solo 2026 Ditunda hingga 2027, Penyelenggara Siapkan Acara Alternatif

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026

MerahPutih.com - Rock In Solo 2026 resmi ditunda hingga 2027. Penyelenggara menyebut situasi sosial, ekonomi, politik, dan keamanan di Indonesia, serta berbagai bencana alam dan persoalan ekologis, menjadi pertimbangan di balik keputusan tersebut.

Pengumuman penundaan festival musik cadas itu disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026, melalui akun Instagram resmi Rock In Solo. Meski acara utama harus diundur, penyelenggara memastikan aktivitas mereka tetap berlanjut melalui rangkaian kegiatan alternatif bertajuk A Journey of Rock in Solo.

Program tersebut direncanakan berlangsung dalam skala yang lebih kecil agar tetap memungkinkan untuk digelar dalam waktu dekat.

Bencana Alam hingga Situasi Nasional Jadi Pertimbangan

Dalam pernyataan resminya, penyelenggara mengakui keputusan menunda festival bukan perkara mudah. Namun, mereka menilai kondisi Indonesia saat ini perlu mendapat perhatian lebih besar, terutama di tengah berbagai persoalan sosial dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah.

Beberapa peristiwa yang disoroti meliputi gempa bumi di Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan yang melanda wilayah Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, hingga Papua.

Penyelenggara juga menyinggung penanganan bencana yang dinilai belum maksimal. Situasi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan sebelum mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelenggaraan festival pada 2026.

“Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Situasi sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang tidak kondusif,” tulis penyelenggara dalam pengumuman tersebut.

Baca juga:

7 Special Show yang Layak Dinantikan di Synchronize Fest 2026 , Ada Geisha, Perunggu, hingga Project Pop.

Nilai Kemanusiaan Jadi Dasar Keputusan

Rock In Solo menegaskan bahwa festival ini tidak hanya dibangun sebagai pertunjukan musik, tetapi juga berlandaskan nilai kemanusiaan, etika, dan empati.

Atas dasar itu, penyelenggara memandang ada kepentingan yang lebih besar untuk diperhatikan daripada memaksakan acara musik berlangsung di tengah situasi yang sedang dihadapi Indonesia.

Bagi kami, Rock in Solo, dibangun atas dasar nilai kemanusiaan, etika dan empati. Ada hal yang lebih penting dan lebih besar daripada sebuah pertunjukan musik,

Pengumuman tertulis Rock in Solo.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan pengumuman penundaan festival melalui akun Instagram resmi mereka.

A Journey of Rock in Solo Tetap Direncanakan

Rock

Penundaan festival utama bukan berarti seluruh aktivitas Rock In Solo berhenti. Penyelenggara berencana menghadirkan A Journey of Rock in Solo sebagai rangkaian kegiatan alternatif yang dapat digelar dengan skala lebih kecil.

Hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum ada informasi terperinci mengenai jadwal, lokasi, konsep acara, maupun pihak-pihak yang akan terlibat. Penyelenggara menyatakan informasi lanjutan akan diumumkan melalui kanal resmi mereka.

Rangkaian alternatif ini direncanakan menjadi ruang bagi Rock In Solo untuk tetap terhubung dengan komunitas musik keras sekaligus menjaga keberlangsungan pergerakan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Baca juga:

LaLaLa Festival 2027 Hadir di 3 Negara, Olivia Dean Jadi Headliner di Indonesia

Penggemar Menunggu Festival Kembali pada 2027

Dengan penundaan edisi 2026, penggemar Rock In Solo harus menunggu hingga 2027 untuk kembali menikmati festival tersebut. Sementara itu, A Journey of Rock in Solo diharapkan dapat menjaga semangat komunitas musik keras selama penyelenggara mempertimbangkan situasi yang ada.

Bagi penyelenggara, penundaan ini bukan akhir dari perjalanan Rock In Solo. Mereka menegaskan bahwa festival tersebut akan terus berlanjut dengan tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari perjalanannya.

Penggemar dapat memantau pengumuman berikutnya melalui akun Instagram resmi Rock In Solo untuk mengetahui perkembangan jadwal dan detail kegiatan alternatif tersebut. (Far)

Baca Artikel Asli