MerahPutih.com - Tottenham Hotspur menghadapi krisis performa di Premier League. Igor Tudor, pelatih sementara yang didatangkan pada 14 Februari 2026 untuk menyelamatkan tim dari keterpurukan, belum berhasil membalikkan tren negatif.
Dengan hanya satu kemenangan dari tujuh laga terakhir dan empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir, posisi Tudor semakin terancam.
Kekalahan telak melawan Nottingham Forest membuat Tottenham kini berada di peringkat ke-18, hanya satu poin di atas zona degradasi. Situasi ini diperparah oleh musibah pribadi Tudor, yang kehilangan ayahnya, Mario, saat pertandingan berlangsung.
Baca juga:
Tottenham Tunjuk Igor Tudor, Sosok yang Pernah Selamatkan Udinese dari Degradasi
Klub dan mantan tim Tudor di Italia, seperti Lazio dan Juventus, menyampaikan belasungkawa mereka.
Tottenham Siapkan Pelatih Baru
Manajemen Tottenham dikabarkan sedang mempertimbangkan beberapa opsi interim hingga akhir musim, termasuk Tim Sherwood dan Ryan Mason.
Namun, jika klub tetap bertahan di Premier League, rencana jangka panjang sudah mengarah pada nama besar: Roberto De Zerbi.
Menurut laporan Sky Sport UK, De Zerbi menjadi kandidat utama setelah meninggalkan Marseille pada Februari 2026.

Pelatih interim Tottenham Hotspurp, Igor Tudor. Foto doc. Spurs
De Zerbi dianggap memiliki kapasitas untuk mengembalikan performa Spurs dan mengarahkan klub menuju stabilitas.
Meski opsi lain seperti Mauricio Pochettino dan Andoni Iraola masih dipertimbangkan, keduanya kemungkinan baru tersedia setelah musim usai.
Baca juga:
Prediksi Liverpool vs Tottenham: Nasib Igor Tudor Dipertaruhkan di Anfield
Beberapa sumber juga menyebut kemungkinan kontrak De Zerbi dengan klausul khusus jika Tottenham terdegradasi, menandakan kesiapan klub dan pelatih untuk skenario terburuk. Namun, keputusan akhir kemungkinan akan ditunda hingga musim berakhir.
Prestasi dan Filosofi Roberto De Zerbi
De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang menekankan permainan menyerang dan penguasaan bola. Rekam jejaknya di klub-klub Eropa menunjukkan kemampuan dalam mengubah tim menjadi lebih solid sekaligus kreatif.
Filosofi ini dinilai cocok untuk Tottenham, yang membutuhkan kombinasi stabilitas defensif dan serangan cepat.
Dengan pengalaman di Serie A, Serie B, dan Ligue 1, serta kemampuan menangani tim dengan tekanan tinggi, De Zerbi dianggap sebagai solusi realistis untuk Spurs.
Jika direkrut, ia akan menghadapi tugas besar: mengembalikan mental pemain, meningkatkan produktivitas gol, dan menjauhkan tim dari zona degradasi.
Baca juga:
Jadwal dan Tantangan Sisa Musim
Tottenham memiliki tujuh pertandingan sisa hingga akhir musim, termasuk menghadapi Sunderland pada 12 April 2026. Hasil pertandingan ini menjadi krusial untuk menentukan apakah klub akan tetap di Premier League.
Keputusan pelatih baru, baik interim maupun permanen, akan mempengaruhi strategi jangka pendek dan persiapan musim depan.
Sementara itu, manajemen Spurs tetap hati-hati dalam mengambil keputusan. Menghadirkan De Zerbi sebelum musim berakhir bisa menjadi sinyal ambisi klub, namun juga membawa risiko jika degradasi terjadi.