Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan

Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — DI tengah badai kasus pemerkosaan di lingkungan kampus, Rektor Cornell University menegaskan pembenahan. Ia menegaskan pihak kampus harus berbenah lebih baik setelah seorang perempuan mengklaim telah dicekoki obat-obatan dan diperkosa sekelompok pria di sebuah rumah persaudaraan mahasiswa (fraternity).

Dalam sebuah pernyataan video berdurasi delapan menit yang dirilis pada Sabtu (2/10) malam, Rektor Cornell University Michael Kotlikoff menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.

“Dugaan insiden tersebut telah memicu pertanyaan terkait dengan penggunaan obat-obatan dan alkohol di kampus, serta cara penyelidikan dijalankan dalam kasus ini,” kata Kotlikoff.

Jane Doe disebut seorang mahasiswi di universitas tersebut. Ia berusia 20 tahun ketika dilecehkan tujuh pria dari persaudaraan Chi Phi. Mereka juga menganiayanya selama berjam-jam dalam insiden yang melibatkan alkohol dan obat ketamin pada 19 Oktober 2024. Ia mengatakan telah melaporkan insiden tersebut dua minggu setelah kejadian kepada kepolisian Cornell University yang kemudian menyelidikinya. Namun, tidak ada dakwaan yang diajukan.

Baca juga:

Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal



Bulan lalu, Jane Doe mengajukan gugatan perdata terhadap universitas Ivy League tersebut. Ia menuduh Cornell telah gagal melindunginya atau menghukum para pria yang terlibat secara memadai. Namun, Kotlikoff mengatakan Cornell berkomitmen untuk menyelidiki cara kasus ini ditangani, serta menyatakan jajaran pimpinan sekolah dan komunitas kampus harus berbenah lebih baik.

"Kita harus memupuk budaya yang meyakini kekerasan seksual sama sekali tidak dapat ditoleransi, serta memastikan komunitas kita diberdayakan dan memahami konsep persetujuan atas dasar kesadaran (informed consent)," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa para pimpinan universitas perlu menciptakan lingkungan tempat para korban kekerasan seksual merasa aman untuk melapor dan diperlakukan dengan penuh rasa empati serta martabat. Kotlikoff menyebut kasus ini sebagai momen yang menentukan dalam sejarah universitas tersebut.

"Kita harus memimpin jalan, kita berutang kepada Jane Doe dan para penyintas kekerasan seksual untuk menyelesaikan hal ini dengan benar. Kita harus saling menjaga keselamatan," kata Kotlikoff.



Rasa Frustrasi di Sekitar Kampus





Di kampus universitas tersebut minggu ini, frustrasi yang kian meningkat terkait situasi yang terjadi makin terasa. Pada sebuah forum terbuka bagi para mahasiswa untuk menyuarakan pandangan mereka mengenai dugaan pemerkosaan berkelompok tersebut.

"Jajaran pemimpin kami perlu berubah dan harus berubah secara drastis serta cepat. Hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi, ini sebuah kemunduran dan hal yang memalukan,” kata seorang mahasiswa, dikutip BBC.

Sebagai bagian dari langkah lebih luas yang harus dilakukan, Kotlikoff menyatakan dalam video tersebut bahwa perlu ada evaluasi serius terhadap peran kelompok persaudaraan mahasiswa laki-laki (fraternities) dan perempuan (sororities) dalam kehidupan kampus.

"Menjadi bagian dari suatu kelompok tidak boleh mengurangi tanggung jawab pribadi atas tindakan kita sendiri, atas bagaimana kita memperlakukan orang lain, atau untuk bersuara ketika seseorang mungkin berada dalam bahaya," ungkapnya.



Dukung Peninjuan Kembali Kasus Pemerkosaan




Rektor universitas tersebut juga menyampaikan bahwa pada waktu yang tepat, pihak kampus akan memaparkan bagaimana Cornell akan menggunakan momen ini, percakapan ini, dan kemarahan ini, untuk membantu memimpin upaya yang lebih luas dalam memerangi kekerasan seksual, tidak hanya di kampus kita, tetapi juga di luarnya.

Gubernur New York Kathy Hochul menyatakan bahwa ia sangat terganggu oleh cara penyelidikan tersebut ditangani. Ia telah menunjuk Jaksa Agung New York Letitia James untuk memimpin peninjauan kembali kasus ini.

Kotlikoff menyampaikan ia mendukung keputusan penunjukan James untuk memimpin penyelidikan pidana, serta menyambut baik peninjauan independen oleh firma hukum terkait dengan penanganan masalah ini oleh Cornell.

Jane Doe menyatakan dalam gugatannya bahwa ia berada di bawah pengaruh obat/alkohol selama dugaan insiden berlangsung dan tidak dapat memberikan persetujuan (consent).(dwi)

Baca juga:

Kesal, JJ Abrams Labeli Harvey Weinstein Monster

Baca Artikel Asli