MerahPutih.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, membagikan momen krusial sesaat sebelum melakoni laga pamungkas babak final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada Kamis malam.
Kepada media di Ichinomiya, Aichi, Jepang, pemuda 19 tahun yang akrab disapa Ubed itu mengaku sempat dibalut rasa tegang luar biasa karena partainya menjadi penentu akhir keberhasilan Indonesia dalam mendulang medali emas pertama di ajang multi-cabang bergengsi ini.
Baca juga:
Bulu Tangkis Pecah Telur Emas Pertama Asian Games, Klasemen Indonesia Melejit Naik 7 Peringkat
Minta Doa Restu Langsung dari Bench Lapangan
Demi meredam rasa gugup yang memuncak, Ubed menyempatkan diri menghubungi kedua orang tuanya tepat sebelum masuk ke area pertandingan.
Perasaannya campur aduk, senang juga. Dari awal sudah sempat tegang. Sebelum main, saya sudah telepon orang tua di bench itu. Minta doa dari mereka, karena saya merasa tegang,
Mohammad Zaki Ubaidillah, tunggal ketiga tim bulu tangkis putra Indonesia.
Menang Straight Game Atas Wakil China
Meskipun memikul beban berat di partai penentu kontra tunggal putra China, Weng Hongyang, Ubed tampil sangat tenang dan disiplin menjaga mental bertandingnya.
Lewat laga berdurasi 51 menit, dia sukses mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor ketat 23-21, 21-13.
Ubed menegaskan dukungan moral dari jajaran pelatih dan rekan satu tim dari pinggir lapangan menjadi modal utamanya untuk bermain tanpa beban.
Karena ada support juga dari tim di belakang. Pokoknya, saya terus berusaha yang terbaik karena tidak mau mengecewakan tim dan semua yang sudah menonton,
Mohammad Zaki Ubaidillah, tunggal ketiga tim bulu tangkis putra Indonesia.
Baca juga:
Bulu Tangkis Jadi Penyumbang Emas Perdana
Kemenangan Ubed memastikan keunggulan Indonesia atas China dengan skor akhir 3-2 di babak final. Cabang olahraga bulu tangkis pun resmi menjadi penyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Hingga Jumat (25/9) pagi ini dilansir dari Antara, Indonesia secara keseluruhan telah mengumpulkan total 20 medali yang terdiri dari satu emas, empat perak, dan 15 perunggu. (*)