MerahPutih.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengagendakan evaluasi semua liga profesional di Indonesia secara menyeluruh pada Jumat (20/10).
Dalam keterangan tertulis yang diterima, PSSI menyebut evaluasi juga akan mencakup implementasi regulasi kompetisi dan manual liga.
"Kami sadar harapan publik sangat besar. Namun, semua ini perlu waktu untuk bisa mewujudkannya. PSSI selalu proaktif dan melihat proses perbaikan untuk jangka panjang. Jadi, kami tidak hanya reaktif per-kejadian," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, seperti dikutip Antara, Selasa (17/10).
Ratu menyebut,salah satu kejadian yang membuat evaluasi semakin mutlak diadakan adalah peristiwa meninggalnya penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda usai bertabrakan dengan pemain lain di laga versus Semen Padang, Minggu (15/10).
"Di luar kasus Huda, kami juga akan memproses seluruh pelanggaran disiplin yang terjadi, tanpa terkecuali. PSSI akan bersidang untuk penegakan kode disiplin sebaik-baiknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," tutur Tisha.
Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia usai bertabrakan dengan bek Persela Ramon Rodrigues pada menit ke-44 laga melawan Semen Padang, yang berakhir 2-0 untuk tuan rumah, di Stadion Surajaya, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10) sore.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, pemain bertinggi badan 181 centimeter itu sempat tidak sadarkan diri di lapangan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Sugiri, Kabupaten Lamongan, di mana dia dinyatakan meninggal dunia.
Ucapan belasungkawa atas meninggalnya Choirul Huda mengalir deras dari berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan gelandang Manchester United Paul Pogba.
Peristiwa yang menimpa Huda juga menarik perhatian dunia dan sempat diberitakan oleh beberapa media internasional. (*)