Primitive Monkey Noose Hadirkan Single 'Panen Raya', Suarakan Identitas Agraris dan Maritim Indonesia
Sabtu, 24 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Mengawali tahun 2026, Primitive Monkey Noose meluncurkan single anyar bertajuk Panen Raya, sebuah karya yang menyoroti dunia pertanian dan perikanan sebagai denyut kehidupan yang telah lama mengakar di tengah masyarakat Indonesia.
Melalui lagu ini, isu agraris dan maritim tidak sekadar dijadikan latar cerita, melainkan ditegaskan sebagai identitas yang tumbuh jauh sebelum Indonesia terbentuk sebagai sebuah bangsa.
Lagu Panen Raya mengajak pendengarnya menengok kembali jejak leluhur melalui aktivitas menanam dan memanen di ladang, menjala ikan, hingga mengarungi lautan sebagai bagian dari keseharian masyarakat Nusantara.
Pesan tersebut diperkuat lewat penggalan lirik, “jika sedang bersedih lihatlah sawahmu kalau hatimu gelisah pandanglah ladangmu”, yang menjadi penegasan ajakan untuk kembali pada kesederhanaan, kebersamaan, serta nilai-nilai yang lahir dari kehidupan agraris dan maritim.
Baca juga:
Primitive Monkey Noose Nyanyikan Lirik Ciptaaan Navicula dalam Single 'Biarlah Terjadi'
Primitive Monkey Noose Rayakan Hari Buruh Lewat Single 'Sang Perintis'
Single Panen Raya digarap bersama Prima Yuda Prawira sebagai produser di Beehive Home Studio Recording, Batulicin.
Dari sisi musikal, Primitive Monkey Noose tetap setia pada karakter mereka dengan meramu bunyi panting khas Kalimantan yang dipadukan dengan energi punk dan rock, menghasilkan warna musik yang keras namun sarat makna.
Melalui karya ini, Primitive Monkey Noose kembali menunjukkan konsistensinya dalam berkarya dan bersuara, baik di skena musik Kalimantan Selatan maupun nasional.
Bagi mereka, musik bukan hanya soal rilisan dan panggung, tetapi juga medium untuk menyalurkan energi, sikap, serta pesan sosial kepada pendengar.
Lebih dari sekadar cerita tentang musim panen atau kehidupan petani dan nelayan, Panen Raya memuat doa dan harapan akan kehidupan yang harmonis, semangat gotong royong, serta perayaan hidup bersama sebagai masyarakat Indonesia. (Far)