Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez

Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026

MerahPutih.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez pasca-gelombang kerusuhan dan penjarahan massal yang melumpuhkan berbagai kota besar di seluruh negeri sepanjang akhir pekan lalu.

Langkah darurat ini diambil Istana Elysee di tengah banjir kritik keras dari para pemimpin daerah terkait kegagalan aparat keamanan dalam mengantisipasi eskalasi kekerasan.

Baca juga:

Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran

Mendagri Akui Hilang Kendali Keamanan

Laurent Nunez sejatinya telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Macron usai mengakui adanya kelalaian taktis dalam pengerahan personel di lapangan.

Saya adalah menteri dalam negeri, saya bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di lapangan,

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez.

Meski Nunez mengakui kepolisian sempat kehilangan kendali, Presiden Macron memilih tetap mempertahankan posisi Nunez guna menjaga kesinambungan komando pengamanan nasional di tengah situasi krisis yang masih berlangsung.

Baca juga:

Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan

Macron Tetap Jalani Tur Arab, PM Diminta Pimpin Rapat Krisis

Aksi unjuk rasa anarkis tersebut memicu bentrokan berdarah yang mengakibatkan hampir 1.000 petugas penegak hukum terluka, 2.400 demonstran ditangkap, serta sekitar 1.500 tempat usaha dijarah dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta euro.

Mereka yang berusaha menggulingkan republik akan dimintai pertanggungjawaban,

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Guna merespons dampak ekonomi dan penegakan hukum yang terbengkalai, Perdana Menteri Sebastien Lecornu memimpin rapat krisis antar-kementerian untuk mengevaluasi klaim asuransi serta kerugian para pelaku usaha.

Presiden Macron tetap melanjutkan kunjungan ke negara-negara Teluk di tengah kerusuhan yang melanda negaranya. Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (21/10) itu mencakup Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Baca Artikel Asli