MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan yang tersebar di lima provinsi dengan total nilai investasi mencapai Rp 9,79 triliun.
Peresmian dilakukan secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7). Sementara empat bendungan lainnya diresmikan melalui skema hybrid.
Keempat bendungan tersebut yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.
Kelima infrastruktur sumber daya air ini dibangun untuk memperkuat ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi bersih.
Bendungan Keureuto, Aceh
Bendungan Keureuto menjadi proyek dengan nilai investasi terbesar di antara lima bendungan yang diresmikan. Bendungan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 2,961 triliun dengan masa konstruksi pada 2015-2024.
Bendungan setinggi 74 meter tersebut memiliki kapasitas tampungan mencapai 215,94 juta m³ dengan luas genangan 896,39 hektare.
Infrastruktur ini ditargetkan mampu:
- Mengairi 14.695 hektare lahan irigasi dengan panjang jaringan 75,94 km
- Mereduksi banjir seluas 627 hektare
- Menyediakan air baku sebesar 0,65 m³/s
- Menghasilkan energi sebesar 185,62 MW melalui PLTA 6,34 MW dan PLTS Terapung 179,28 MW
Baca juga:
Ekonom Ingatkan Risiko Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tanpa Model Bisnis
Bendungan Rukoh, Aceh
Bendungan Rukoh dibangun dengan nilai kontrak Rp 2,483 triliun selama periode 2018-2024.
Memiliki tinggi 84 meter, bendungan ini mampu menampung 128,65 juta m³ air dengan area seluas 700 hektare.
Manfaat Bendungan Rukoh meliputi:
- Melayani irigasi seluas 12.194 hektare
- Menyediakan air baku 0,90 m³/s
- Mereduksi banjir seluas 51 hektare
- Menghasilkan potensi energi sebesar 141,22 MW melalui PLTA 1,22 MW dan PLTS Terapung 140 MW
Bendungan Sidan, Bali
Bendungan Sidan dibangun untuk memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih di Bali.
Dengan nilai kontrak Rp 1,800 triliun dan masa konstruksi 2018-2024, bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas tampung 5,76 juta m³.
Manfaat Bendungan Sidan antara lain:
- Menyuplai air baku sebesar 1,75 m³/s
- Melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 km
- Mereduksi banjir seluas 108 hektare
- Menghasilkan energi sebesar 8,08 MW
Bendungan Meninting, NTB
Bendungan Meninting menjadi lokasi utama peresmian oleh Presiden Prabowo.
Bendungan ini dibangun dengan nilai kontrak Rp 1,473 triliun dan masa konstruksi 2018-2025. Infrastruktur tersebut memiliki tinggi 74 meter dengan kapasitas tampungan mencapai 9,91 juta m³.
Bendungan Meninting diproyeksikan memberikan manfaat berupa:
- Mengairi irigasi seluas 1.559 hektare
- Mereduksi banjir 59 hektare
- Menyuplai air baku 0,15 m³/s
- Menghasilkan energi sebesar 10,03 MW
Baca juga:
Prabowo Bertolak ke NTB, Resmikan Bendungan Meninting untuk Perkuat Ketahanan Air
Bendungan Jlantah, Jawa Tengah
Bendungan Jlantah dibangun pada periode 2019-2024 dengan nilai kontrak Rp 1,080 triliun.
Bendungan setinggi 70 meter ini memiliki kapasitas tampung 10,97 juta m³.
Manfaat yang diproyeksikan dari Bendungan Jlantah meliputi:
- Mereduksi banjir seluas 87 hektare
- Mengairi 1.494 hektare lahan pertanian
- Menyediakan air baku 0,15 m³/s
- Menyuplai energi sebesar 10,625 MW
Dorong Ketahanan Pangan hingga Energi Hijau
Kelima bendungan yang dibangun dalam rentang 2015 hingga 2025 tersebut dirancang untuk memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengendalian bencana, serta pengembangan energi hijau.
Secara akumulatif, lima bendungan ini mampu:
- Menyuplai air baku sebesar 3,6 m³/s
- Mereduksi potensi banjir seluas 932 hektare
- Menghasilkan potensi energi bersih dari PLTA sebesar 9,635 MW
- Menghasilkan potensi PLTS Terapung hingga 345,94 MW
- Mendukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer
- Mengairi total 39.540 hektare lahan pertanian warga
Peresmian lima bendungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur air nasional sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah. (Knu)