Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo Ngobrol Dengan Calon PM Anyar Singapura di Istana Bogor

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 April 2024

MerahPutih.com - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyambut kunjungan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana Bogor, Senin (24/4) pagi.

PM Lee didampingi delegasi sejumlah menteri Singapura, termasuk Wakil PM Lawrence Wong, yang segera melanjutkan pemerintahan Singapura.

Kunjungan Lee ke Indonesia untuk menghadiri leaders’ retreat merupakan lawatan terakhirnya sebagai perdana menteri Singapura sebelum ia menyerahkan pemerintahan kepada PM yang baru.

Serupa dengan Lee, 2024 merupakan tahun terakhir kepemimpinan Jokowi setelah ia menjabat presiden RI selama 10 tahun.

Baca juga:

Prabowo Fokus Persiapkan Diri untuk Pelantikan Presiden 20 Oktober

Dalam pertemuan dengan PM Lee, Presiden Jokowi didampingi antara lain oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Selain itu, juga ada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.

Wong, yang akan mulai memimpin sebagai PM Singapura pada 15 Mei, tampak berbincang dengan Prabowo Subianto yang terpilih sebagai Presiden RI periode 2024-2029.

Baca juga:

Prabowo Makin Akrab Sama Jokowi, Dulu Dipanggil 'Menhan' Sekarang 'Mas Bowo'

Dalam retreat tersebut, kedua pemimpin menelaah 10 tahun kerja sama yang sudah dilakukan, serta memastikan kerja sama dan hubungan baik kedua negara terus berlanjut.

Salah satu kerja sama strategis yang ditekankan adalah pengembangan sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan, pertukaran talenta di bidang digital, serta peningkatan kapasitas bidang kesehatan.

Selama pertemuan, kedua pemimpin membahas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat banyak perusahaan Singapura yang menunjukkan minat untuk bekerja sama investasi di IKN, termasuk di bidang transisi energi. (*)

Baca Artikel Asli