Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'

Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026

MerahPutih.com - Superband Portura resmi memperkenalkan mini album debut bertajuk FRAMES, yang memuat lima lagu orisinal dengan pendekatan musikal dan cerita yang berangkat dari pengalaman personal para personelnya. Melalui rilisan ini, Portura membuka ruang eksplorasi di luar kebiasaan bermusik mereka dalam proyek masing-masing.

Portura beranggotakan Iga Massardi, Fathia Izzati, John Paul Patton, Enrico Octaviano, dan Bilal Indrajaya. Kehadiran grup ini dalam setahun terakhir telah menarik perhatian penikmat musik Tanah Air, terutama karena para personelnya sebelumnya dikenal melalui proyek musik masing-masing.

Awalnya, Portura dibentuk untuk sebuah proyek jangka pendek yang berfokus pada penampilan langsung. Namun, kecocokan dan koneksi di antara para personel mendorong grup ini berkembang menjadi sebuah band dengan karya orisinal.

Berawal dari Proyek Panggung, Portura Kembangkan Karya Orisinal

Kemunculan Portura pada penghujung tahun lalu diinisiasi oleh Lintas Resonan. Kini, keduanya kembali bekerja sama dalam penggarapan FRAMES, dengan Lintas Resonan mengambil peran sebagai produser eksekutif.

Mini album ini menjadi ruang bagi setiap personel untuk mengeksplorasi pendekatan musikal yang berbeda dari kebiasaan mereka dalam proyek masing-masing. Keinginan untuk melampaui batas musikal yang selama ini dijalani menjadi salah satu landasan dalam proses kreatif FRAMES.

Dari sisi penulisan lirik, Portura memilih pendekatan yang lebih personal. Perasaan dan pengalaman yang sedang dialami para personel menjadi sumber gagasan, termasuk persoalan sosial, kegelisahan terhadap keadaan sekitar, serta upaya bertahan menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Baca juga:

Perkenalkan Portura, Lintas Resonan 2025 Rangkul Semangat Lokal untuk Satukan Pelaku dan Penikmat Musik

Enrico Octaviano Ungkap Benang Merah FRAMES

Lintas

Bagi Portura, FRAMES tidak dibangun berdasarkan satu konsep besar yang harus menjadi acuan bagi seluruh lagu. Sebaliknya, proses kreatifnya memberi ruang bagi setiap personel untuk menyampaikan hal-hal yang ingin mereka tulis dan rasakan.

Enrico Octaviano menjelaskan bahwa eksplorasi dan kejujuran dalam menyampaikan gagasan menjadi benang merah mini album debut tersebut.

Proses kreatifnya nggak terlalu banyak berfokus pada konsep, kita coba menulis apa yang mau kita tulis dan rasakan. Kalau ditanya apa benang merahnya, justru benang merahnya ada sisi eksplorasi kita, dan berusaha jujur sama apa yang mau disampaikan. Selebihnya tinggal pendengar yang menilai, Portura grup musik seperti apa,

Enrico Octaviano.

Pendekatan tersebut membuat FRAMES menjadi wadah bagi para personel untuk memperlihatkan sisi musikal sekaligus sudut pandang personal mereka, tanpa harus terpaku pada karakter yang telah terbentuk dalam proyek sebelumnya.

Baca juga:

Portura Debut lewat Single 'Ye Ye Ye', Hadirkan Konsep Escape Room dalam Video Klip

Lima Lagu dengan Proses Penciptaan Beragam

FRAMES memuat lima lagu orisinal, yakni Ye Ye Ye, Deru, L’existence, Falling Off/Tangguh, dan Koma. Dari kelima lagu tersebut, Ye Ye Ye telah lebih dahulu diperkenalkan kepada publik pada September 2026.

Setiap lagu memiliki cerita dan proses penciptaan yang berbeda. Sebagian berawal dari demo atau gagasan yang dibawa salah satu personel, sedangkan lagu lainnya dikembangkan bersama sejak tahap awal.

Perbedaan proses tersebut turut membentuk karakter musik rock alternatif Portura dalam mini album debut mereka. Alih-alih menyeragamkan pendekatan penciptaan, band ini memberi ruang bagi beragam gagasan untuk berkembang menjadi karya bersama.

FRAMES Jadi Ruang Berbagi Keresahan dan Pengalaman

Melalui FRAMES, Portura tidak berusaha menetapkan standar tertentu ataupun memenuhi ekspektasi yang mungkin telah terbentuk di kalangan pendengar.

Mini album ini justru menjadi medium untuk membagikan sudut pandang, keresahan, dan pengalaman personal melalui pendekatan bermusik yang berbeda dari proyek-proyek yang selama ini mereka jalani. (Far)

Baca Artikel Asli