Merahputih.com - Toronto Stadium bersiap menjadi saksi bisu bentrokan dua titan sepak bola modern benua biru, Portugal vs Kroasia.
Sorotan utama tertuju pada pundak sang mega bintang berusia 41 tahun, Cristiano Ronaldo, dalam misi memecahkan kutukan terbesar sepanjang karier profesional.
Langkah Selecao das Quinas menuju fase ini terbilang kurang mulus setelah hanya finis sebagai runner-up Grup K di bawah Kolombia.
Baca juga:
Skenario Final Impian Piala Dunia 2026: Duel Cristiano Ronaldo Vs Messi di Laga Puncak
Pasukan Roberto Martinez sempat ditahan imbang Republik Demokratik Kongo 1-1 serta bermain tanpa gol melawan Kolombia, sebelum akhirnya menang telak 5-0 atas Uzbekistan. Ronaldo menyumbang dua gol saat melibas Uzbekistan, namun mandul pada dua laga sisa fase grup.
Portugal berpeluang besar melangkah jauh jika mampu menyelesaikan masalah efisiensi lini serang.
Misi Memecah Kutukan 29 Tembakan CR7
Pertandingan menghadapi Kroasia merupakan laga fase gugur kesembilan bagi pemilik lima gelar Ballon d'Or tersebut.
Statistik mencatat, penyerang Al-Nassr ini belum pernah mencetak satu gol pun dari delapan laga fase gugur terdahulu.
Ronaldo melepaskan 29 tembakan tanpa hasil, menyamai rekor mandul legenda Brasil, Roberto Carlos, sejak 1966

Berikut data lengkap performa kolektif serta catatan statistik kedua tim:
-
Penguasaan Bola Portugal: Mencatat rata-rata tertinggi sebesar 62,5 persen sepanjang fase grup.
-
Jumlah Operan Sukses: Memecahkan rekor internal tim dengan total 1.690 operan sukses di babak grup.
-
Masalah Lini Serang: Hanya melepaskan 37 tembakan (12 tepat sasaran), catatan paling minim sejak edisi 2018.
-
Statistik Impresif Vitinha: Menyelesaikan 270 operan di fase grup, termasuk akurasi 100 persen (54 operan) saat melawan Kolombia.
-
Total Penampilan Luka Modric: Bersiap melakoni laga ke-23 di Piala Dunia, menyamai rekor Paolo Maldini serta Manuel Neuer.
-
Rekor Pertemuan (H2H): Portugal mendominasi lewat 7 kemenangan dari 10 bentrokan, serta hanya kalah satu kali.
Kroasia Incar Momentum Kebangkitan 2018
Kubu lawan datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah bangkit dari kekalahan laga pembuka 2-4 kontra Inggris.
Pasukan Zlatko Dalic sukses menumbangkan Panama 1-0 serta Ghana 2-1 demi mengamankan posisi kedua Grup L.
Vatreni kini mengincar kemenangan tiga kali beruntun dalam turnamen mayor, menyamai pencapaian emas edisi 2018.

Kroasia memiliki tradisi apik setiap kali berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia. Tim papan atas Eropa ini selalu sukses melaju melewati babak gugur pertama pada tiga edisi sebelumnya, yaitu 1998, 2018, dan 2022.
Namun, lini pertahanan Kroasia wajib waspada mengingat tim nasional mereka belum pernah menang dalam tiga laga terakhir melawan sesama wakil Eropa.
Superkomputer Opta menempatkan Portugal sebagai unggulan utama memenangi laga dalam waktu normal 90 menit lewat persentase 54,5 persen.
Peluang kemenangan Kroasia berada pada angka 20,4 persen, sementara kemungkinan hasil imbang menyentuh 25,1 persen.
Portugal mengantongi peluang 67,4 persen lolos ke babak berikutnya sekaligus menjaga asa meraih trofi juara dunia.
Baca juga:
Cristiano Ronaldo Redup Saat Portugal vs Kolombia, Dapat Rating Paling Buruk
Prakiraan Pemain
Portugal (4-2-3-1)
- Kiper: Diogo Costa (1)
- Bek: João Cancelo (20), Rúben Dias (3), Renato Veiga (13), Nuno Mendes (25)
- Gelandang Bertahan: Vitinha (23), João Neves (15)
- Gelandang Serang/Sayap: Pedro Neto (18), Bruno Fernandes (8), João Félix (11)
- Penyerang: Cristiano Ronaldo (7)
Kroasia (4-2-3-1)
- Kiper: D. Livakovic (1)
- Bek: J. Stanisic (2), M. Pongracic (3), J. Sutalo (6), J. Gvardiol (4)
- Gelandang Bertahan: M. Kovacic (8), L. Modric (10)
- Gelandang Serang/Sayap: M. Baturina (16), P. Sucic (17), I. Perisic (14)
- Penyerang: A. Budimir (11)
